Cincau atau camcao adalah makanan tradisional Indonesia yang umumnya disajikan dalam olahan minuman berasal dari bahan tanaman janggelan. Dalam hal warnanya cincau dikenal dua jenis, yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya selain dibedakan dalam hal warnanya, juga beda cita-rasa, penampakan, bahan baku dan cara pembuatannya. Cincau hijau dibuat dari daun cincau (Premna oblongifolia Merr) diproses tanpa pemanasan. Sedangkan cincau hitam dibuat dari seluruh bagian tanaman (termasuk daun, batang, dan akarnya) dengan bantuan proses pemanasan dan penambahan pati serta abu “Qi”. Kedua cincau tersebut mempunyai bentuk yang menyerupai agar-agar, kenyal dan rasanya enak. Hasil ekstrak tanaman janggelan menghasilkan hidrokoloid yaitu komponen pembantuk gel. Bersama dengan sejumlah pati dan abu “Qi” gel yang terbentuk akan menghasilkan cincau hitam yang kuat dan kokoh. Cincau hitam lebih kuat menahan keluarnya cairan dalam gel dibandingkan dengan cincau hijau, sehingga cincau hitam lebih kenyal dan memiliki masa simpan yang lebih lama.
Selain sebagai bahan makanan, cincau juga memiliki kegunaan sebagai obat. Konon cincau dapat digunakan sebagai penurun panas badan, demam, sakit perut (perut mual), diare, batuk, pencegah gangguan pencernaan, dan penurun tekanan darah tinggi.
Abu “Qi” dapat diperoleh di toko-toko kimia merupakan komponen yang sarat akan mineral, seperti: natrium, fosfor, kalium, magnesium, besi, mangan, tembaga, seng dan sebagainya. Dari komponen ini akan dihasilkan cincau hitam bertekstur keras. Sedangkan penambahan pati tapioka dimaksudkan untuk membentuk gel, menghasilkan rendemen olahan dan meningkatkan nilai kalori.
Cara pengolahan cincau yaitu untuk 1 kg tanaman janggelan kering, maka dibutuhkan sekitar 0,1-0,3 kg abu "Qi", 0,2-0,4 kg tapioka, serta 20-50 liter air. Campuran yang terdiri dari abu “Qi” dan air dididihkan, setelah dingin, larutan disaring. Ekstrak yang diperoleh dimasak kembali setelah ditambahkan air dan tepung tapioka. Selama dimasak, adonan harus terus diaduk hingga gel yang telah terbentuk selama gelatinisasi akan pecah kembali. Setelah itu adonan cincau dituang dalam wadah yang berfungsi sebagai pencetak.