Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Pengkayaan kompos untuk peningkatan kualitas

Pengkayaan kompos untuk peningkatan kualitas

oleh: sugihharto     Pengarang : diah sutriyon
ª
 


Dasar pemikiran
Kompos mempunyai kandungan hara yang rendah dibandingkan
dengan pupuk sintetis pabrik. Namun kompos memiliki keuntungan lain yang
tidak dimiliki oleh pupuk mineral, seperti peran untuk memperbaiki struktur
fisik tanah dan mikrobiologi tanah. Berbagai substansi dapat meningkatkan
status hara dalam kompos. Meskipun penambahan pupuk pabrik dapat
meningkatkan kandungan hara dalam kompos, tetapi cara ini tidak dianjurkan
karena pupuk nitrogen yang ditambahkan akan menguap selain itu
penambahan pupuk tidak akan menyebabkan meningkatnya hara kompos.
Pupuk mineral tergolong mahal dan hanya mampu menyuplai satu
atau dua nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Pengkayaan kompos
dimaksudkan untuk meningkatkan status nutrisinya. Pupuk P-alam, tepung
tulang serta darah kering dapat ditambahkan karena bahan-bahan tersebut,
selain mengandung hara makro juga mengandung hara mikro serta
harganya relatif murah dibandingkan pupuk pabrik. Penambahan nitrogen
dapat dilakukan secara mikrobiologis yaitu dengan cara inokulasi dengan
bakteri Azotobacter, sedangkan penambahan mikroorganisme pelarut fosfat
dapat meningkatkan ketersediaan P dalam kompos. Inokulasi kompos
dengan mikroorganisme harus dilakukan pada saat suhu kompos sudah
stabil yaitu sekitar 30-35 oC (Gaur, 1980b).
Pengapuran pada timbunan kompos
Hasil kompos terbaik mempunyai pH mendekati netral atau sedikit ke
arah alkali. Untuk mencapai nilai pH netral, untuk bahan kompos yang sifatnya
masam perlu ditambahkan kapur pada saat proses pengomposan. Bahan
kapur yang biasa digunakan adalah kapur pertanian (kaptan), dolomit, dan
kalsium karbonat. Selain itu, limbah atau hasil samping industri berupa ampas
bijih atau terak dapat pula digunakan sebagai bahan pengapuran kompos.
Pengkayaan dengan fosfor
Pengkayaan kompos dengan fosfor dilakukan dengan
menambahkan superfosfat atau fosfat alam sebanyak 5% saat proses
pengomposan. Sumber lain yang bisa digunakan adalah bahan alami seperti
tulang yang dijadikan tepung, dan darah kering. Batuan fosfat alam yang
dipakai sebaiknya mengandung kadar fosfat rendah (<11%). Batuan ini lebih
menguntungkan karena mengandung kalsium dan unsur mikro. Selain
fosfor, tepung tulang juga menyediakan nitrogen sekitar 2-4%. Tepung
tulang yang telah direbus mengandung nitrogen lebih sedikit dibanding yang
alami. Terak baja mengandung kalsium, magnesium, dan hara lain setara
dengan sumber fosfor yang lain. Sedangkan pohon pisang mengandung 1-
1,5% fosfor saat berbentuk abu.
Pengkayaan dengan kalium
Serbuk granit atau kalium bubuk mengandung material seperti
feldspar yang dapat ditambahkan untuk memperkaya kompos. Bunga
bakung air, kulit dan batang pisang merupakan tanaman yang kaya unsur
kalium dan mineral lain yang diperlukan tanaman. Kulit dan batang pisang
mengandung 34-42% kalium, rumput laut kaya akan iodine, boron, tembaga,
magnesium, kalsium, dan fosfor. Dedaunan seperti tithonia (kirinyu dan
kipait) merupakan salah satu sumber yang dapat ditambahkan dalam bahan
dasar kompos. Kulit kentang dan kentang kering mengandung 1% kalium,
4% kalsium, dan 1% magnesium.
Pengkayaan dengan nitrogen
Penambahan senyawa nitrogen yang mengandung 2% N akan
menurunkan rasio C/N sampai ke angka 10, namun aplikasi ini tidak
ekonomis karena biaya produksi menjadi mahal. Padahal teknologi
pengomposan menghendaki bahan pengkaya yang murah dan dapat
diperoleh dengan mudah.
Pengkayaan dengan mikroba
Kompos merupakan media dan lingkungan yang baik untuk
pertumbuhan bakteri heterotrof dan kemoautotrof. Faktor yang membatasi
pertumbuhan mikroba menguntungkan adalah kadar nitrogen serta bahan
dasar kompos yang mempunyai rasio C/N yang besar. Dalam kondisi seperti
ini, dapat diupayakan untuk menambah mikroba penambat nitrogen dari
atmosfer untuk mengurangi kompetisi dari mikroorganisme lain yang tidak
dapat menambat nitrogen. Organisme-organisme ini secara aktif dapat
menurunkan rasio C/N kompos dan memperkayanya dengan bakteri
penambat nitrogen seperti Azotobacter.
Penambahan mikroba pelarut fosfor akan meningkatkan kualitas
kompos setara dengan penambahan fosfor dari hewan dan tumbuhan.
Mikroba pelarut fosfor ini akan merombak batuan fosfat yang tidak larut dan
bentuk mineral fosfor yang tidak tersedia menjadi bentuk yang tersedia bagi
tanaman.

Diterbitkan di: 08 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.