Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Pengendalian hama penyakit pada tanaman cabe

Pengendalian hama penyakit pada tanaman cabe

oleh: Sejathi     Pengarang : Nila Wardani Jamhari Hadi Purwanta
ª
 
Hama dan Penyakit Utama
Penyakit virus kuning
Gejala
1. Dari jauh hamparan pertanaman cabai berubah dari warna
hijau menjadi menguning. Warna kuning hampir mirip
penyakit bulai pada jagung sehingga sebagian petani
menyebutnya penyakit ”Bulai Amerika”. 2. Pengamatan lapang menunjukkan pertanaman cabai
merah yang 100% terserang tidak menghasilkan buah
sama sekali.
3. Penyebab penyakit adalah anggota kelompok virus gemini
yang juga banyak menyerang tanaman tembakau, tomat.
4. Variasi gejala yang mungkin timbul pada cabai adalah sbb:
• Tipe -1. Gejala diawali dengan pucuk mengkerut
cekung berwarna mosaik hijau pucat, pertumbuhan
terhambat, daun mengkerut dan menebal disertai
tonjolan berwarna hijau tua.
• Tipe-2. Gejala diawali dengan mosaik kuning pada
pucuk dan daun muda, gejala berlanjut pada hampir
seluruh daun menjadi bulai.
• Tipe-3. Gejala awal urat daun pucuk atau daun muda
berwarna pucat atau kuning sehingga tampak seperti
jala, gejala berlanjut menjadi belang kuning,
sedangkan bentuk daun tidak banyak berubah.
• Tipe-4. Gejala awal daun muda/pucuk cekung dan
mengkerut dengan warna mosaik ringan, gejala
berlanjut dengan seluruh daun berwarna kuning cerah,
bentuk daun berkerut dan cekung dengan ukuran lebih
kecil, serta pertumbuhan terhambat.

Penularan dan Penyebab
1. Penyakit yang disebabkan oleh virus gemini tidak
ditularkan karena tanaman bersinggungan atau terbawa
benih. Di lapangan virus ditularkan oleh kutu kebul
Bemisia tabaci atau Bemisia argentifolia. Kutu kebul
dewasa yang mengandung virus dapat menularkan virus
selama hidupnya pada waktu dia makan pada tanaman
sehat. Satu kutu kebul cukup untuk menularkan virus.
Efisiensi penularan meningkat dengan bertambahnya
jumlah serangga per tanaman.
2. Sifat kutu kebul yang mampu makan pada banyak jenis
tanaman (polifagus) menyebabkan virus ini menyebar dan
menular lebih luas berbagai jenis tanaman.
3. Virus gemini memiliki tanaman inang yang luas dari
berbagai tanaman seperti: ageratum, kacang buncis,
kedelai, tomat, tembakau, dll.

Pengendalian
1. Mengolah lahan dengan baik serta memberikan pupuk
berimbang untuk cabai yaitu pupuk kandang 20-30 ton
/ha, Urea 100-150 kg, 300-400 kg ZA, 150-200 kg TSP
dan KCl 150-200 kg/ha, serta pemakaian plastik mulsa
putih perak.
2. Pembibitan dengan cara penyungkupan tempat semaian
dengan kain kasa atau plastik yang telah dilubangi. Dan
membuat rak pembibitan setinggi lebih kurang 1 m
3. Untuk daerah yang baru terkena serangan penyakit virus
kuning tanaman muda (sampai 30 hari) yang terserang
segera dimusnahkan, dan disulam/diganti dengan
tanaman yang sehat.
4. Pada daerah-daerah yang telah terserang berat, tanaman
muda yang terserang tidak dimusnahkan, tetapi dibuang
bagian daun yang menunjukkan gejala kuning keriting dan
kemudian disemprotkan pupuk daun.

5. Menanam pembatas/barrier jagung sebanyak 4-5 baris
disekeliling pertanaman cabai.
6. Memasang perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha
7. Penanaman tagetes (bunga tai ayam) terutama dipinggir
pertanaman cabai
8. Pelepasan predator Menochillus sexmaculatus, mampu
memangsa sebanyak 200-400 ekor B. tabaci per hari, 12
ekor thrips per hari, 200 ekor aphids per hari, Siklus hidup
18-24 hari, satu ekor betina menghasilkan telur sekitar
3.000 butir
Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp)
Gejala serangan
• Gejala pada buah membuat buah busuk. Penyakit dapat
menginfeksi buah matang maupun buah muda.
• Gejala awal adalah bercak kecil seperti tersiram air, luka ini
berkembang dengan cepat sampai ada yang bergaris
tengah 3-4 cm. Perluasan bercak yang maksimal
membentuk lekukan dengan warna merah tua coklat muda,
dengan berbagai bentuk konsentrik dari jaringan stromatik
cendawan yang berwarna gelap.
Pengendalian
• Pemantauan dilakukan secara berkala
• Bila terdapat daun/buah tanaman sakit, bagian tanaman
yang sakit dimusnahkan.
• Pertanaman disemprot dengan fungisida seperti Antrakol
dengan dosis sesuai anjuran.
Busuk Batang dan Busuk Daun
Gejala
• Infeksi pertama terjadi pada titik tumbuh, bunga dan pucuk
daun, kemudian menyebar ke bagian bawah tanaman.
• Pucuk daun berubah warna dari hijau muda menjadi warna
coklat, lalu hitam dan akhirnya membusuk.
• Busuk ini merata menuju ke bagian bawah tanaman dan
menyerang kuncup bunga yang lain, sehingga seluruh
bagian atas tanaman terkulai.
• Batang yang terserang menjadi busuk kering, kulitnya
mudah terkelupas, akhirnya tanaman mati.
• Dalam kondisi kelembaban tinggi terbentuk bulu-bulu
berwarna hitam yang muncul dari jaringan yang terinfeksi
cendawan.
Pengendalian
• Sanitasi lapangan dengan cara memusnahkan sisa-sisa
tanaman yang terinfeksi dan gulma yang bersifat inang
• Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, seperti dari
padi-padian dan palawija
• Pengendalian serangga inang yang dapat menularkan dari
satu tanaman ke tanaman lain
• Mengatur waktu tanam yaitu dengan tidak menanam cabai
merah pada musim hujan dengan curah hujan tinggi.
• Mengurangi kerapatan tanaman dengan cara mengatur
jarak tanam
• Memperbaiki drainase lahan.
• Menggunakan fungisida yang cocok untuk cendawan
antara lain fungisida sistemik Acelalamine, Dimethomorp,
Propamocarb, Oxadisil, dan pemakaian fungisida kontak
Klorotalonil.
• Pemberian fungisida dilakukan secara bergilir
Hama
Thrips (Thrips parvispinus)
Warna tubuh nimfa kuning pucat, dewasa berwarna
kuning sampai coklat kehitaman. Terdapat 105 jenis tanaman
yang dapat menjadi inangnya antara lain tembakau, kopi, ubi
jalar, klotalaria dan kacang-kacangan. Thrips menyerang
tanaman cabai sepanjang tahun, serangan hebat umumnya
terjadi pada musim kemarau
Gejala
Permukaan bawah daun yang terserang berwarna
keperak-perakan dan daun mengeriting atau berkerut.
Intensitas serangan dapat mencapai 87%.

Pengendalian
􀂃 Pemantauan dilakukan pada 10-20 tanaman cabai secara
berkala (5 hari sekali)
􀂃 Bila ditemukan populasi 5-10 Thrips/daun muda perlu
dikendalikan dengan pestisida seperti pegasus, mesural
sesuai dosis anjuran.
􀂃 Memasang perangkap kuning di pertanaman cabai
sebanyak 40 buah/ha

Diterbitkan di: 24 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    wah produk UPL bisa tuh Untuk solusinya PHOSCORMITE, COUNTER , SAAF,RAMPART dan UNILAX Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara mengendalikan hama yang menyerang tanaman cabe, buah cabe akan menjadi keriput dan tidak berisi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    halo bapak.., mau nanya nih.. kok daun cabe saya menebal dan pucuknya melengkung,apa penyebab dan pengendalianya? makasih.. ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    disebabkan oleh THRIPS bisa dikendalikan dgn PHOSCORMITE 18EC 02 Mei 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.