Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Seleksi Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Seleksi Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

oleh: stego     Pengarang : PT Socfind Indonesia
ª
 
Seleksi Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Seleksi di Main Nursery

Dilakukan dalam 4 tahap :
Tahap I : Umur 4 bulan
Tahap II : Umur 6 bulan
Tahap III : Umur 8 bulan
Tahap IV : pada saat bibit akan ditransplanting ke lapangan
Pada bulan ke 8 karakteristik bibit normal adalah sebagai berikut :
Tinggi : 0.6 – 1 m
Lingkar batang : 18 – 22 cm
Jumlah daun yang berfungsi : 7 – 8 helai
Besarnya seleksi bibit pada masa Main Nursery maksimum adalah 14 %.
Bibit yang telah diseleksi harus segera dimusnahkan.

Bibit yang diseleksi pada masa Main Nursery adalah sebagai berikut :

Pertumbuhan terhambat
Ada bibit yang tetap kerdil tumbuhnya

Pelepah tegak ( barren/steril )

Formasi steril atau tidak subur / mandul. Tajuk tumbuh abnormal membentuk sudut yang kecil sehingga bibit tumbuh tegak dan kaku. Disebabkan oleh faktor genetik.

Pelepah memendek, rata atas ( flat top )

Pelepah yang baru tumbuh lebih pendek dari yang lebih tua sehingga tajuk tampak rata. Disebabkan oleh kekurangan usur Boron

Pelepah dan anak daun lemah ( limp/flaccid form)

Tajuk dan helaian daun tumbuh lemah. Keseluruhan bibit tampak lemah dan pendek. Disebabkan faktor genetik

Pelepah tidak pecah, bentuk muda ( Juvenille )

Pada bibit yang cukup tua, anak daun tetap. Tidak terbuka ( pecah )

Jarak anak daun pendek ( short internode )

Tajuk tampak pendek akibat jarak anak daun pada rachis ( pelepah ) sangat pendek. Disebabkan oleh faktor genetis

Jarak anak daun lebar ( wide internode )

Kondisi ini terjadi akibat adanya etiolasi di pembibitan yang jarak tanamnya rapat. Namun demikian hal ini bisa juga terjadi dengan jarak tanam yang cukup sebagai akibat faktor genetis, dengan ciri jarak anak daun pada rachis lebar sehingga bibit tampak lebar.
Bibit dengan kelainan genetik seperti ini sebaiknya dibuang dan kegiatan kultur teknis diperlukan jika hal ini terjadi sebagai akibat kerapatan tanam yang tinggi

Anak daun sempit ( narrow pinnae )

Anak daun, biasanya dengan sudut yang kecil terhadap rachis, tampak sempit dan menggulung.
Daun seperti jarum. Disebabkan faktor genetis
Pertumbuhan sisipan anak daun halus
Hal ini terjadi karena adanya kelainan morphologi

Anak daun pendek dan lebar ( short board leaf )

Hal ini sering terjadi pada bibit dengan kombinasi internode pendek dan bentuk ujung yang tumpul. Disebabkan faktor genetik

Dengan terlaksananya seleksi bibit secara benar dan konsisten, diharapkan bibit yang ditransplanting ke lapangan adalah bahan yang unggul dengan produktivitas yang tinggi.
Diterbitkan di: 12 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa seleksi harus di umur 3, 6, dan 9 bulan// ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Saat berumur 3 bulan, bibit normal, biasanya berdaun 3-4 helai dan telah sempurna bentuknya. dan dalam perkembangan selanjutnya, bibit juga ada yang mengalami penyimpangan dari standar normal, pada tahap umur tertentu 4, 6, 8 bulan dan pada saat transplanting ke lapangan ( policy perusahaan sofindo ). 06 Januari 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.