Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran

Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran

oleh: naurisa     Pengarang : Ir Wahyudi
ª
 
Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran

Pupuk kimia sebagai pupuk andalan para petani, akhir-akhir ini sering mengalami kelangkaan serta harganya sering meningkat tajam. Kondisi ini memicu petani untuk memanfaatkan pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang. Teknik ini akan mengembalikan kesuburan tanah serta mampu menekan pemakaian pupuk kimia.

Akan tetapi di satu sisi, penggunaan pupuk alami membutuhkan suplai yang cukup besar. Jika jutaan hektar lahan pertanian di Indonesia menggunakan metode ini, pupuk yang tersedia tidak akan mencukupi kebutuhan dengan berkala dengan mutu sesuai standar.

Baru-baru ini ditemukan teknologi baru, yaitu effective microorganism procedure (EMP) untuk menjawab masalah di atas. EMP merupakan teknologi aplikasi inokulan mikroorganisme dalam proses produksi pertanian.

Keunggulannya EMP mampu menekan pemakaian pupuk kimia sekitar 35 persen serta pupuk kandang serta kompos hingga 50 persen. Selain itu, EMP juga mampu meningkatkan produksi caisin hingga 30 persen, selada hingga 17 persen, kailan hingga 16 persen, Sawi putih hingga 28 persen, menekan perkembangan gulma, menekan dampak negative residu pestisida, serta mengembalikan keseimbangan kesuburan tanah, baik aspek biologi, fisika, maupun kimia tanah.
Berikut ini adalah pedoman singkat aplikasi EMP pada penanaman Daun Bawang, Bayam, Brokolin, caisin, kailan, sawi putih dan selada

Penyiapan Lahan

Sayuran cocok ditanam pada tanah dengan kondisi gembur dan subur, dengan pH tanah antara 5 sampai 6,8 serta lokasi terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung serta drainase air lancar.

Bersihkan gulma serta sisa tanaman periode sebelumnya dari lahan.
Jika pH tanah kurang dari 5.0, lakukan pengapuran minimum 1 ton per hektare. Sebagai patokan, untuk menaikkan 1 point pH tanah diperlukan 2 ton kapur pertanian (dolomit atau kalsit).
Cangkul atau bajak lahan untuk membalik serta memecah agregat tanah.
Buat bedengan dengan tinggi 17—20 cm. Sementara itu, lebar selokan 40—50 cm.
Gunakan teknologi EMP I dengan dosis 2 liter Agrobost per 400 liter air per hektare. Semprotkan di kedua sisi bedengan (bakal barisan tanaman). Sebaiknya dilakukan sewaktu tanah dalam kondisi lembab.
Minimum tiga hari setelah penggunaan EMP, lakukan pemupukan dasar.
Tebar pupuk kandang di kedua sisi bedengan. Selanjutnya, aduk-aduk ke dalam tanah sambil menggemburkan bedengan.
Campur ketiga jenis pupuk kimia (Urea, SP--36, serta KCl), lalu tebar di kedua sisi bedengan seperti halnya pupuk kandang. Aduk-aduk juga ke dalam tanah.
Sempurnakan bedengan dengan mencangkul selokan serta menimbun tanahnya ke atas permukaan bedengan (setebal 3—5 cm) hingga tinggi bedengan menjadi 20—25 cm.

Penanaman
Siram bedengan persemaian tahap kedua dengan air bersih hingga basah. Tujuannya, untuk memudahkan pencabutan bibit beserta perakarannya.
Cungkil perakaran bibit beserta tanahnya menggunakan bilah bambu lebar yang diserut tajam.
Letakkan bibit ke dalam tray plastik atau wadah lain yang mudah dibawa.
Pastikan sebelum penanaman, kondisi tanah dalam keadaan lembap.
Tanam bibit dengan jarak 25 x 25 cm. Isi setiap lubang tanam dengan satu bibit. Dalam satu bedengan terdapat empat baris tanaman.
Populasi per hektare sekitar 95.000—100.000 tanaman.
Lakukan penyiraman atau pengairan untuk mempercepat tanaman beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Pemupukan Susulan
Pada umur 10 hari setelah tanam , aplikasikan teknologi EMP II dengan dosis 2 liter Agrobost per 400 liter air per hektare. Semprotkan larutan EMP ini ke permukaan tanah di sekitar tanaman.
Pada umur 15 HST, lakukan pemupukan kimia susulan. Jenis serta dosis pupuk yang digunakan di antaranya Urea 200 kg/ha serta KCl 100 kg/ha. Campur kedua jenis pupuk, lalu berikan ke tanaman.
Perhatian, aplikasi teknologi EMP tidak boleh dilaksanakan bersamaan atau dicampur dengan pupuk kimia atau pestisida. Beri jeda waktu minimum tiga hari. Saat aplikasi, baik EMP maupun pupuk kimia, sebaiknya tanah dalam kondisi lembab.

Pemeliharaan Tanaman
Bila tanaman terlalu rapat lakukan penjarangan sebelum pemupukan kimia susulan. dengan men cabut tanaman yang terkecil diantara rumpun tataman, di alur-alur yang kelihatan terlalu rapat.
Lakukan pendangiran untuk mempertahankan kegemburan tanaman, supaya tanaman dapat tumbuh sempurna. pendangiran dilakukan setelah penjarangan tanaman.
Lakukan pengairan dengan optimal, pemanfaatan EMP dan pemupukan akan menunjukkan respon yang optimal jika kelembaban tanah stabil selama pertumbuhan tanaman.

Diterbitkan di: 06 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. stego

    good

    tulisan anda bagus dan bisa menggugah untuk mulai beragribisnis jadi petani sayur ? kenapa tidak :)

    0 Nilai 19 Januari 2011
X

.