Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Komponen-kompoonen Sistem Irigasi Tetes (1)

Komponen-kompoonen Sistem Irigasi Tetes (1)

oleh: infotech25     Pengarang : Anita Ariyanti
ª
 
Sistem Irigasi tetes mempunyai komponen-komponen, antara lain :

1. Pompa
Pompa untuk menaikkan atau menghisap air dari sumber air kemudian membuat tekanan dan debit yang diperlukan untuk irigsi tetes, sehingga air dapat terdistribusi dengan baik. Pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal, karena mempunyai karakteristik yang cocok untuk sistem irigasi tetes. Menurut Sularso dan Tahara (1991) tata letak atau pemasangan pompa sentrifugal sebaiknya dekat dengan sumber dan pipa isap harus sependek mungkin dan jumlah belokan harus sedikit agar kerugian head dapat diperkecil. Selain itu penyambungan pipa isap perlu diperhatikan agar tidak terjadi kebocoran udara dari luar ke dalam pipa isap. Tekanan pompa sebaiknya cukup tinggi untuk meniadakan kehilangan akibat gesekan di sepanjang pipa lateral dan kehilangan akibat perbedaan elevasi (Baars, 1976).

2. Filter
Filter biasanya digunakan untuk menyaring debu-debu yang halus, bahan organik, lendir-lendir yang disebabkan oleh bakteri dan mineral-mineral dari unsur-unsur hara, agar tidak terjadi penyumbatan. Media filter tersebut dapat berupa pasir, kerikil, kadang-kadang pecahan batu. Air dialirkan pada tangki yang berisi pasir, kerikil, atau partikel pecahan batu sebagai proses penyaringan (Balogh dan Gergely, 1985).

3. Pipa Utama
Alat ini membersihkan air dari pengontrol tekanan ke lahan yang terbuat dari pipa PVC, atau polyethylene dan sebaiknya ditanam di bawah tanah, karena mudah rusak jika terkena radiasi matahari. Untuk sistem yang kecil, polyethylene dapat digunakan, tetapi pada umumnya menggunakan Asbestos Cement (AC)atau PVC.

4. Pipa Sub Utama
Pipa sub utama menyalurkan air dari pipa utama ke pipa lateral. Pipa sub utama biasanya pipa PE (Plolyethylene) atau PVC diameternya dapat dibuat 20-80 mm, tetapi pada umumnya 30 – 50 mm. Jika PVC yang digunakan, sebaiknya pemasangan di bawah, karena akan rusak jika terkena cahaya ultraviolet.

5. Pipa Lateral
Pipa lateral berguna menyalurkan nutrisi dari setiap titik pengaliran pipa sub utama melalui selang mikro ke setiap emiter dan selanjutya ke masing-masing tanaman. Sebagian besar, pipa lateral diobuat dari polyethylene hitam yang berat jenisnya rendah. Pipa ini dapat tahan lama dan lebih murah dari pipa polyethylene yang berat jenisnya tinggi. Ukuran dari lateral berkisar 5 ampai 25 mm, tetapi biasanya yang dipakai adalah 10, 12,2 dan 16 mm.

6. Pengatur Tekanan
Kran pengatur tekanan diatur untuk mengetahui tekanan operasi dan menjaga tekanan tersebt agar sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan oleh emiter agar menghasilkan debit yang sesuai. Alat unutuk pengontrol tekanan yang digunakan dapat berupa manometer yang dipasang pada awal dan akhir pipa lateral.

7. Emiter (Distributor)
Emiter datu distributor adalah salah satu alat yang umumnya terbuat dari plastik dan dipasang pada jarak tertentu pada pipa lateral yang mempunyai sumber pengeluaran air yang dipakai pada tekanan rendah untuk kebutuhan tanaman. Selain itu juga digunakan untuk mengontrol debit air dari lateral ke tanaman (Turner, 1984).

Balogh dan Gergely, 1985 menyatakan bahwa emiter yang memancarkan air untuk tanaman dalam bentuk tetesan (drop), pancaran kecil (small jets) dan pancaran (broken jets). Namun pada dasarnya semua emiter itu digunakan untuk mengatur debit dan tekanan, sehingga emiter mempunyai tugas untuk menutupi kebutuhan air irigasi tanaman pada setiap harinya.

Diterbitkan di: 13 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.