Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kacang Tanah (2)

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kacang Tanah (2)

oleh: infotech25    
ª
 
(e) Penyiangan dan Bumbun
Gulma merupakan pesaing bagi tanaman kacang tanah dalam mendapatkan ruang tumbuh, hara, air dan sinar matahari. Apabila tidak dikendalikan, gulma dapat menurunkan hasil cukup tinggi. Penyiangan untuk mengendalikan gulma dilakukan 2 kali saat tanaman berumur sekitar 15 hari dan menjelang berbunga atau saat penyiangan disesuaikan kondisi pertumbuhan gulma di lapang.

Bumbun dilakukan bertujuan untuk menggemburkan tanah dan sekaligus membersihkan gulma. Bumbun dilakukan 1 kali pada saat tanaman menjelang berbunga, bersamaan dengan menyiang gulma terakhir.

(f) Pengendalian Hama
Hama yang menyerang pertanaman kacang tanah cukup banyak, yang dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan berdasarkan cara merusak tanaman yaitu: (1) yang menyerang tanaman dari dalam tanah, (2) hama pemakan daun dan (3) hama penghisap daun dan vektor penyakit virus. Pengendalian hama ini dilakukan secara terpadu, antara lain: (a) penggunaan varietas tahan, (b) kultur teknis dan (c) insektisida. Cara pengendalian hama ini mengikuti konsep PHT.

(g) Pengendalian Penyakit
Penyakit yang menyerang pertanaman kacang tanah cukup banyak, yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.

• Penyakit Bercak Daun
Penyebab penyakit ini adalah cendawan Cercospora arachidicola, mulai menyerang tanaman pada saat berumur 3 minggu. Gejala serangan timbul bercak-bercak bulat tidak teratur berwarna coklat dikelilingi lingkaran berwarna kuning. Pengendaliannya dengan cara: (a) rotasi tanaman lain yang bukan merupakan inang jamur bercak daun, (b) membakar sisa-sisa tanaman sakit dan membajak lebih dalam, (d) menanam kacang tanah yang tahan penyakit tersebut, dan (e) menyemprot dengan fungisida kloro takonil, metil tifronat pada umur 7 dan 9 minggu setelah tanam.

• Penyakit Karat
Penyakit ini sering menyerang bersama-sama bercak daun. Gejala serangan, timbul bercak kecil berwarna orange seperti karat berukuran 0,5-1 mm, serangan berat daun menjadi kuning, tetapi tidak rontok. Pengendaliannya dengan cara: (a) melakukan rotasi dengan tanaman lain, (b) mencabut, membakar atau membenamkan tanaman sakit, (c) menanam varietas tahan atau toleran, dan (d) menyemprot dengan fungisida markozeb, kloro takonil.

• Penyakit Busuk Daun
Penyebab penyakit ini adalah cendawan Rhizoctonia solani atau Sclerotium rolfsii, gejala serangannya kecambah roboh, busuk akar pada tanaman muda dan busuk batang serta hawar daun pada tanaman dewasa. Pengendaliannya dengan cara : (a) mencabut dan membakar tanaman sakit, (b) memperlancar drainase, (c) menanam benih tidak terlalu dalam, dan (d) memberikan perlakuan pada benih dengan fungisida thiram (tetra methyl thiuroma disulfide).

• Penyakit Bakteri
Penyebab penyakit ini adalah Psedomonas solanaccearum, gelala serangan pada tanaman muda menjadi layu secara mendadak dengan daun tetap hijau dan diikuti tanaman mati. Serangan pada tanaman lebih tua, proses kelayuan secara bertahap dan kadang-kadang hanya sebagaian yang layu, kemudian perakaran dan polong menjadi busuk berwarna coklat. Pengendaliannya dengan cara : (a) menanam varietas tahan, (b) melakukan rotasi dengan tanaman bukan inang bakteri layu, (c) mencabut tanaman sakit dan membakar, dan (d) menggunakan benih sehat.

• Penyakit Virus
Penyakit virus yang umum menyerang dan merugikan adalah virus belang yang disebabkan oleh Peanut Mottle Virus (PMoV) dan Peanut Stripe Virus (PStV). Gejala serangan pada tanaman muda adalah timbulnya bercak-bercak klorotik melingkar yang selanjutnya berkembang menjadi belang-belang berwama hijau dan daun yang sakit berwarna lebih pucat. Pengendaliannya dengan cara: (a) mencabut dan membakar tanaman sakit, dan (b) mengendalikan vektor dengan insektisida.

(h) Panen dan Pasca Panen
Umur kacang tanah untuk dipanen ditentukan varietas dan keadaan cuaca. Masak fisiologis kacang tanah ditandai polong telah berisi penuh, warna gelap pada bagian dalam kulit polong.

Panen dilakukan apabila kacang tanah telah masak panen dengan kadar air dalam biji sekitar 30-35%, umumnya berumur 85-100 hari. Panen dilakukan secara manual dengan mencabut tanaman, kemudian petik polong dan batang dan segera dijemur hingga kering (kadar air dalam biji 12-14%). Pengeringan yang baik ditandai dengan warna polong yang cerah dan bersh.

Apabila hasil panen kacang tanah akan digunakan benih untuk musim tanam berikutnya yang membutuhkan selang waktu sampai 7 bulan, benih masih berbentuk polong yang disimpan di dalam kaleng (blek) dengan kadar air awal 6,0% dalam gudang dengan suhu kamar antara 20-310C dan kelembaban nisbi 56-70%.
Diterbitkan di: 05 Oktober, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    berapa usia kacang yang bagus untuk dapat dipanen Lihat semua
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.