Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Periode kritis gulma

oleh: gieana     Pengarang: gie; dkk
ª
 
Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, gulma adalah tumbuhan yang tidak dikehendaki keberadaannya karena mengganggu tanaman budidaya yang ditanam. Selain itu, gulma juga dianggap tidak memiliki manfaat bagi kelangsungan hidup tanaman budidaya yang ditanam melainkan menimbulkan kerugian akibat kompetisi terhadap unsur hara, air dan cahaya matahari dengan tanaman budidaya.

Namun, sesungguhnya keberadaan gulma di sepanjang siklus hidup tanaman budidaya tidak selalu berpengaruh negatif terhadap tanaman budidaya. Terdapat sebuah periode saja dimana tanaman budidaya mengalami masa yang paling peka terhadap keberadaan gulma di sekitar lingkungan tumbuh tanaman budidaya. Periode tersebut dikenal sebagai periode kritis dimana pada periode tersebut, tanaman budidaya mengalami masa yang paling peka terhadap lingkungan, terutama dalam kompetisi memperebutkan sarana ruang tumbuh, unsure hara, air dan cahaya matahari.

Pada periode kritis ini, apabila gulma hadir dan mengganggu tanaman budidaya maka tanaman budidaya akan kalah bersaing dalam memanfaatkan faktor-faktor lingkungan tumbuh yang utama tersebut karena tanaman budidaya berada pada titik terlemah dalam pertumbuhannya. Oleh karena itu ketika memasuki periode terlemah ini (periode kritis), lingkungan tempat tanaman budidaya harus bebas dari gulma agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu akibat kompetisi faktor-faktor tumbuh dengan gulma di sekitar lingkungan tumbuhnya.

Untuk mengendalikan keberadaan gulma secara tepat, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah memprediksi dan menentukan periode kritis tanaman secara tepat. Apabila penentuan periode kritis sudah dilakukan secara tepat maka pengendalian gulma akan efektif dan pertumbuhan tanaman akan maksimal, sehingga tanaman pun akan menghasilkan produksi yang memberikan keuntungan dari hasil panen.
Dalam pertumbuhan tanaman terdapat selang waktu tertentu dimana tanaman sangat peka terhadap persaingan gulma. Keberadaan atau munculnya gulma pada periode waktu tersebut dengan kepadatan tertentu yaitu tingkat ambang kritis akan menyebabkan penurunan hasil secara nyata. Periode waktu dimana tanaman peka terhadap persaingan dengan gulma dikenal sebagai periode kritis tanaman. Periode kritis adalah periode maksimum dimana setelah periode tersebut dilalui maka keberadaan gulma selanjutnya tidak terpengaruh terhadap hasil akhir. Dalam periode kritis, adanya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus dikendalikan agar tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil akhir tanaman tersebut.
Periode kritis adalah periode dimana tanaman pokok sangat peka atau sensitif terhadap persaingan gulma, sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian, dan jika tidak dilakukan maka hasil tanaman pokok akan menurun. Faktor yang mempengaruhi periode kritis tanaman adalah Jenis tanaman atau jenis gulma Cara budidaya (benih, bibit, saat tanam, jarak tanam) Kesuburan tanah dan lengas tanah Bila saat kritis yang pertama dapat diatasi maka saat kritis berikutnya tidak akan terjadi Batas awal periode kritis tanaman terhadap kompetisi gulma disebut ambang kendali..
Pada umumnya persaingan gulma terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat 25 – 33 % pertama pada siklus hidupnya atau ¼ - 1/3 pertama dari umur pertanaman. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil panenan, sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar terhadap kualitas hasil panenan. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dahulu atau bersamaan dengan tanaman yang dikelola, berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panenan. Sedangkan gulma yang berkecambah (2-4 minggu) setelah pemunculan pertanaman sedikit pengaruhnya.
Dengan diketahuinya periode kritis suatu tanaman, maka saat penyiangan yang tepat menjadi tertentu. Penyiangan atau pengendalian yang dilakukan pada saat periode kritis mempunyai beberapa keuntungan. Misalnya frekuensi pengendalian menjadi berkurang karena terbatas di antara periode kritis tersebut dan tidak harus dalam seluruh siklus hidupnya. Dengan demikian biaya, tenaga dan waktu dapat ditekan sekecil mungkin dan efektifitas kerja menjadi meningkat.
Penentuan periode kritis dilakukan dengan cara membuat grafik dari peubah respon tanaman terhadap kondisi bebas gulma dan kondisi bergulma dari awal pertanaman sampai akhir pengamatan (hingga panen).

Diterbitkan di: 17 September, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.