Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengendalian gulma

oleh: gieana     Pengarang : gie
ª
 
Pengendalian Gulma

Gulma yang selalu tumbuh di sekitar pertanaman (crop) mengakibatkan penurunan laju pertumbuhan serta hasil akhir. Adanya gulma tersebut membahayakan bagi kelangsungan pertumbuhan dan menghalangi tercapainya sasaran produksi pertanaman pada umumnya. Pengendalian gulma hendaknya dilaksanakan jika kita telah memiliki pengetahuan tentang gulma itu. Dengan pengalaman pengetahuan tersebut, pengendailan gulma dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu dengan cara mekanik, biologis, preventif, kultur teknis, ekologis, terpadu, kimiawi (Moenandir, 1988).

Pengendalian mekanis merupakan usaha menekan pertumbuhan gulma dengan cara merusak bagian-bagian sehingga gulma tersebut mati atau pertumbuhannya terhambat. Teknik pengendalian ini hanya mengandalkan kekuatan fisik atau mekanik. Cara ini umumnya cukup baik dilkaukan pada berbagai jenis gulma setahun, tetapi pada kondisi tertentu juga efektif bagi gulma-gulma tahunan (Sukman dan Yakup, 1991).

Pencabutan dengan tangan atau disebut penyiangan dengan tangan merupakan cara yang praktis, efesien, dan terutama murah jika diterapkan pada suatu area yang tidak luas, seperti di halaman, dalam barisan dan guludan di mana alat besar sulit untuk mencapainya dan di daerah yang cukup banyak tenaga kerja. Pencabutan dengan tangan ditujukan pada gulma annual dan biennial. Untuk gulma perennial pencabutan semacam ini mengakibatkan terpotong dan tertinggalnya bagian di dalam tanah yang akhirnya kecambah baru dapat tumbuh. Pencabuatn bagi jenis gulma yang terakhir ini menjadi berulang-ulang dan pekerjaan menjadi tidak efektif. Pelaksanaan pencabutan terbaik adalah pada saat sebelum pembentukan biji (Moenandir, 1988).

Pengendalian gulma secara manual merupakan salah satu teknik yang sering diterapkan di perkebunan atapun pada budidaya tanaman lainnya. Teknik ini mempunyai keunggulan, yaitu : (a) hasilnya cepat terlihat, (b) mudah untuk dilaksanakan, (c) menghindarkan dampak polusi lingkungan. Pada lahan-lahan yang sempit, pengendalian secara manual memberikan hasil yang efektif dan efesien. Pengendalian secara manual juga memiliki kelemahan, yaitu : (a) membutuhkan tenaga kerja yang relatif banyak, (b) pada beberapa kondisi dapat menyebabkan tejadinya erosi permukaan dan perlukaan akar.

Ada beberapa istilah dalam pengendalian secara manual, yaitu :
• Babat dumpes, pembabatan gulma dengan parang pada ketinggian 15-25 cm dari permukaan tanah.
• Babat merah, pembabatan gulma secara total sampai permukaan tanah terlihat.
• Dongkel Anak Kayu (DAK), yaitu melakukan pencabutan gulma hingga ke akarnya, dilakukan pada gulma-gulma berkayu.

Moenandir. 1988. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sukman, Y., dan Yakup. 1991. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
.

Diterbitkan di: 20 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa definisi pengendalian gulma secara mekanis? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    secara kimia bagai mana caranya ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dengan cara menggunakan bahan2 kimia, seperti pestisida dan bahan kimia lain nya contoh : untuk mengendalikan jamur menggunakan bahan kimia seperti fungisida dan juga herbisida bisa di gunakan untuk mengendalikan gulma. 08 Oktober 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara pengendalian gulma? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara pengendalian lain tolong di jelaskan selain cara manual?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara pengendalian lain tolong di jelaskan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.