Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Morfologi dan pemeliharaan main nursery kelapa sawit

Morfologi dan pemeliharaan main nursery kelapa sawit

oleh: gieana     Pengarang : gie
ª
 
Morfologi Kelapa Sawit

Akar
Akar serabut terdiri dari akar primer yang tumbuh vertikal ke bawah, kemudian akar serabut yang tumbuh horisontal, akr tertier dan kuartener yang tumbuh horisontal hingga mendekati permukaan tanah.

Daun
Daun kelapa sawit terdiri dari beberapa bagian, sebagai berikut:
• Kumpulan anak daun (leaflets) yang mempunyai helaian (lamina) dan tulang anak daun (midrib).
• Rachis yang merupakan tempat anak daun melekat.
• Tangkai daun (petiole) yang merupakan bagian antara daun dan batang.
• Seludang daun (sheath) yang berfungsi sebagai perlindungan dari kuncup dan memberi kekuatan pada batang.

Bunga
Kelapa sawit merupakan tanaman monoecious (berumah satu). Artinya , bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu pohon, tetapi tidak pada tandan yang sama. Walaupun demikian, kadang-kadang dijumpai juga bunga jantan dan bunga betina pada satu tandan (hermafrodit).
Bunga muncul dari ketiak daun. Setiap ketiak daun hanya dapat menghasilkan satu infloresen (bunga majemuk). Bunga kelapa sawit merupakan bunga majemuk yang terdiri dari kumpulan spikelet dan tersusun dalam infloresen yang berbentuk spiral.

Buah
Secara botani, buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe, terdiri dari pericarp yang terbungkus oleh exocarp (kulit), mesocarp, dan endocarp (cangkang) yang mebungkus 1-4 inti/kernel. Inti memiliki testa (kulit), endosperm yang padat, dan sebuah embrio (Pahan, 2006).

Pemeliharaan Pembibitan Utama (Main-nursery)

Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dilakukan 1 bulan sesudah penanaman di pembibitan utama dan dilakukan terus menerus sampai bibit berumur 11 bulan, dimana pertumbuhan gulma sudah tertekan oleh pengaruh naungan bibit. Pengendalian gulma secara manual dilakukan 2 rotasi per bulan. Secara garis besar, pengendalian gulma dibagi mejadi dua bagian yaitu penyiangan gulma dalam kantong dan pengendalian gulma di antara kantong.
Penyiangan gulma dalam kantong dimaksudkan untuk mencabut rumput-rumput yang ada dalam kantong sekaligus melakukan konsolidasi bibit. Konsolidasi bibit yaitu usaha penambahan tanah pada kantong yang tanahnya turun, terutama karena pengaruh penyiraman serta dilakukan juga penggemburan tanah. Sementara itu, pengendalian di antara kantong secara manual dilakukan dengan garuk. Pengendalian gulma secara kimia dengan penyemprotan herbisida juga dapat dilakukan di antara kantong (Pahan, 2006).

Pemupukan
Bibit di persemaian yang sudah berdaun satu lembar dapat dipupuk dengan cairan 0,20 persen urea. Campuran air dengan Urea 0,20 persen setiap 1 liter dapat diguanakan untuk memupuk 100 bibit. Setelah penyemprotan segera disiram kembali dengan air untuk menghindarkan pembakaran (Anonim, 2010).

Pahan, Iyung. 2006. Kelapa sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Diterbitkan di: 16 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    nama latin pelepah kelapa sawit apa ya.../? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pupuk npk jenis apa yg cocok unt tanaman sawit usia 10 thn keatas Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.