Tanaman
cabe sudah lama dikenal manusia sebagai penyedap makanan tepatnya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan sekitar 7000
SM dan mulai dilakukan kultivasi (cangkok/stek) sekitar 3500 SM. Christopher Columbus adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman
cabe ke dunia barat dengan nama "chile pepper." sehingga terkenal sebagai rempah-rempah di Spanyol sampai ke Portugis. Tahun 1498 tanaman cabe dibawa ke India sebagai rempah-rempah yang berasa
pedas dan menjadi komoditi ekspor utama India ke seluruh dunia. Ada sekitar 400 varietas tanaman cabe yang dibedakan mulai dari tingkat kepedasan, ukuran, bentuk dan warna.
Untuk mengetahui tingkat kepedasan cabe digunakan suatu metode pengujian yang disebut Scoville Organoleptic Test (Wilbur L. Scoville yang menemukan metode ini tahun 1912) yang masih dipakai sampai sekarang yang ditest melalui mesin High Performance Liquid Chromatograph (HPLC) sebagai pengganti pengetesan rasa oleh manusia. Berikut adalah tingkat kepedasan masing-masing varietas (SHU=Scoville Heat Unit):
* Pure Capsaicin 16,000,000
* Naga Jolokia 855,000
* Red Savina Habanero 580,000
* Red Habanero 150,000
* Tabasco 120,000
* Tepin 75,000
* Chiltepin 70,000
* Thai Hot 60,000
* Jalapeno M 25,000
* Aji Escabeche 17,000
* Cayenne 8,500
* Pasilla 5,000
* Serrano 4,000
* Mulato 1,000
* Bell Pepper 0
Sekarang cabe telah menjadi rempah-rempah utama dalam pembuatan makanan seperti saos sambal hijau, saos sambal merah, salsa, bubuk cabe dan juga untuk pengobatan seperti balsem, inhaler, permen pengganti rokok dan lain lain. India adalah negara produsen dan pengekspor cabe terbesar di dunia yaitu 25% kebutuhan cabe di dunia berasal dari India dan setelah itu adalah Meksiko. Cabe India banyak diekspor ke USA, Kanada, Inggris, Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Jerman dan beberapa negara di dunia termasuk Indonesia.