Pohon bertajuk rimbun dan subur tidak selalu berarti oke. Ibarat rambut di kepala yang sudah
terlalu gondrong, sekali waktu perlu dipangkas. Tajuk paling baik untuk tanaman buah adalah model Professional look yang ringkas, efisien dan rapi.
Seringkali orang merasa “sayang” untuk memangkas piohon buahnya. Alhasil, tanamannya tumbuh menjulur kian kemari tidak beraturan. Dahan dan ranting silang menyilang. Daun –daun bertumpuk saling menaungi. Terjadi persaingan memperebutkan ruang tumbuh dan cahaya matahari. Lebih rugi lagi karena pada akhirnya dahan dan daun yang bersaing tadi terpaksa harus dipangkas untuk mengalihkan pertumbuhan ke bagian yang lain.
PERLUNYA MEMANGKAS Pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan pertumbuhan antar bagian tanaman. bila ada bagian tanaman yang tumbuh lebih dominan, maka dampaknya akan menghambat pertumbuhan bagian lain. Karena itu sebaiknya pemangkasan dilakukan sedini mungkin secara berkala. Lebih baik memangkas sepucuk ranting ketika baru tumbuh , daripada memotong sebatang dahan yang telah tumbuh besar.
Dengan memangkas sejak dini maka pertumbuhan tanaman lebih teratur. Bila terlambat memangkas, cabang atau dahan tanaman akan terlanjur tumbuh membesar dengan tidak teratur. Akibatnya terpaksa dilakukan pemangkasan berat “ Amputasi”.
dengan melakukan pemangkasan secaraberkala, kita dapat mengoreksi arah pertumbuhan. Tanaman menjadi lebih efisien karena hanya bagian tanaman produktif yang dipelihara. Sebaiknya bila tanaman dibiarkan tumbuh sendiri, maka akan banyak sekali tumbuh cabang, ranting dan daun yang saling bersaing sehingga menjadi tidak produktif.
Bentuk tajuk pohon di alam
Secara alamiah sebagian besar pohon buah tumbuh tidak beraturan. Artinya ranting dan daun lebih banyak ditentukan oleh faktor alam dan lingkungan. Bentuk tajuk menjadi tidak berpola. Contoh-contoh Jenis tanaman ini misalnya : Anggur, apel, belimbing, jambu air, jambu biji jeruk mangga, dan sirsak. bila dibiarkan tetap tidak teratur, maka produktivitasnya dan kualitas buah yang dihasilkan tidak optimal.
ada lagi kelompok tumbuhan lain , bentuk tajuknya sudah berpola, tetapi dapat juga dipangkas untuk menyempurnakan bentuk dan memacu produktivitasnya. contohnya : Rambutan, lengkeng, duku, nangka, asam jawa dan sawo.
Membentuk tajuk produktif
Cara terbaik membentuk tajuk produktif adalah membuat jarak natara ujung akar dan ujung ranting seringkas mungkin. Percabangan diusahakan menyebar rata ke semua penjuru mata angin. Karena itu bentuk tajuk pohon yang produktif harus memenuhi beberapa sayarat, yaitu :
1. Percabangan menyebar ke semua arah. Jadi , terbentuk pola tajuk seperti payung, selinder, atau kerucut.
2. Setiap cabang mempunyai “ wilayah tumbuh” masing-masing yang tidak saling tumpang tindih dengan cabang lain.
3. Cabang-cabang jangan dibiarkan tumbuh lurus terlalu panjang. Harus ada anak cabang setiap jarak tertentu ( 50-100 cm)
4. Daun-daun tidak saling menaungi agar semua mendapat cahaya matahari secara merata.
untuk menghasilkan bentuk tajuk produktif, selain ciri tajuk produktif antara lain ada penyebaran rata keseluruh penjuru mata angin. Seluruh kubah tajuk sebsar 360 derajat terpenuhi. bila ada bagian tajuk yang tidak mempunyai cabang atau dahan, maka harus diisi dengan cabang yang ‘dibelokan’ dari arah yang lain. jadi bagian tajuk tersebut tidak kosong. Caranya dapat dengan menarik cabang muda tadi dengan kawat atau talisampai posisi tumbuhnya mantap (tidak berubah arah lagi). Pengarahan ini normalnya memerlukan waktu 3-6 bulan.
bila tajuk telah pebuh, ringkas dan kompak maka kriteria profesional look telah tercapai. tinggal menunggu saat berbuah.