Alokasi Optimum Sumberdaya Perikanan di Perairan Teluk Palabuhahratu adalah
sebuah penelitian yang bertujuan mengkaji alokasi optimum sumberdaya perikanan di perairan
Teluk Palabuhanratu. Tingkat produksi ikan, jumlah atau tingkat upaya dan nilai rente sumberdaya merupakan nilai optimum yang dihitung dalam penelitian ini. Nilai optimum kemudian digunakan untuk menentukan volume tangkapan optimum per tingkat upaya, jumlah alat tangkap, jumlah nelayan dan nilai rente optimum untuk setiap nelayan.
Fungsi pertumbuhan surplus produksi dan
Pontryagin Maximum Principles digunakan sebagai pendekatan penilaian alokasi optimum. Model ini menggunakan komponen harga dan biaya input riil yang didekati dengan indeks harga konsumen. Parameter biologi, seperti
r,
q, dan
K diestimasi dengan menggunakan model estimasi Walters-Hilbron (WH: 1976) dan CYP (1992). Model estimasi WH (1976) berbasis fungsi pertumbuhan Logistik, sedangkan CYP (1992) berbasis fungsi pertumbuhan Gompertz.
Pemecahan analitik melalui program MAPLE 9.5 terhadap sumberdaya ikan pelagis kecil di sekitar perairan Teluk Palabuhanratu dengan tingkat diskon sebesar 4,04% menghasilkan nilai
optimal biomass SDI (
x*) sebesar 1.888,85 ton,
optimal yield (
h*) sebesar 1.448,05 ton dan
optimal effort (
E*) sebanyak 12.777 trip setingkat alat tangkap bagan. Nilai rente sumberdaya ikan pelagis kecil mencapai Rp 1.053,97 juta, sedangkan nilai rente
over time-nya mencapai Rp 26.088,56 juta. Hasil analitik terhadap SDI demersal menghasilkan nilai
optimal biomass (
x*) sebesar 7.211,35 ton,
optimal yield (
h*) sebesar 2.758,30 ton dan
optimal effort (
E*) sebanyak 11.250 trip setingkat alat tangkap pancing. Nilai rente sumberdaya ikan demersal mencapai Rp 1.264,05 juta, sedangkan nilai rente
over time-nya mencapai Rp 31.288,36 juta.
Hasil perhitungan alokasi optimum sumberdaya ikan di perairan teluk ini menghasilkan banyaknya tangkapan optimal (
quota) per trip yang dapat ditangkap oleh nelayan di sekitar perairan Teluk Palabuhanratu. Tangkapan optimal per trip setingkat bagan untuk menangkap ikan pelagis kecil pada tingkat diskon 4,04% adalah sebanyak 113,33 kilogram, sedangkan tangkapan optimal per trip setingkat pancing untuk menangkap ikan demersal adalah sebanyak 245,18 kilogram. Jumlah
alat tangkap optimal berdasarkan analisis dinamik adalah sebanyak 43 unit alat setingkat bagan untuk menangkap ikan pelagis kecil dan sebanyak 38 unit alat setingkat pancing untuk menangkap ikan demersal. Konsekuensinya, diharapkan jumlah nelayan bagan optimal adalah sebanyak 85 orang dan nelayan pancing sebanyak 113 orang.