Halaman Utama Shvoong > Ilmu Pasti > Agronomy - Agriculture > Perkembangan Pertanian dari Zaman ke Zaman

.

Perkembangan Pertanian dari Zaman ke Zaman

Summary rating: 2 stars 10 Tinjauan
Pengarang : Sri Setiyati Harjadi
Ringkasan oleh : Mahardika
Kunjungan: 469
kata: 300
Diterbitkan di: Nopember 03, 2007
Zaman
Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan zaman yang
turut menentukan sistem pertanian kuno.  Perekonomian kota yang pertama berkembang di
sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung,
dan jutu tulis-juru tulis.Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga
ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan.Administrasi untuk surplus yang harus disimpan
mendesak kebutuhan sistem akuntansi. Pemecahan masalah ini datang 6.000 tahun yang lalu
dengan terciptanya tulisan-tulisan yang merupakan awal kebudayaan. Kebudayaan Mesopotamia
bertahan untuk beribu tahun di bawah banyak pemerintahan yang berbeda. Pengaruhnya,
walaupun sukar didefinisikan secara tepat, memancar ke Siria dan Mesir dan mungkin juga ke
India dan Cina.
Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting
untuk persediaan pangan dunia: gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitum dan anggur.
Kebudayaan kuni dari Mesopotamia - Sumeria, Babilonia, Asiria, Cahldea - mengembangkan
pertanian yang bertambah kompleks dan terintegrasi. Reruntuhan menunjukkan sisa
teras-teras, taman-taman dan kebun-kebun yang beririgasi. Emapt ribu tahun yang lalu
saluran irigasi dari bata dengan sambungan beraspal membantu areal seluas 10.000 mil
persegi tetap ditanami untuk memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM sudah dikenal
900 tanaman.
Pengetahuan tentang pertanian kuno di mana pun tidak lebih banyak dari pada di Mesir,
di mana pasri yang bertiup dari gurun memelihara data dan catatan dari zaman yang
menakjubkan. Sepanjang Sungai Nil diciptakan kebun-kebun formal luas, penuh dengan tanaman-tanaman
hias eksotik dan kolam kolam berisi ikan dan teratai. Di kebun buah (orchard), kurma,
anggur, ara, lemon dan delima diusahakan. Kebun sayur berisi ketimun, articoke, bawang
putih, perai, bawang bombay, slada, menta, endewi, cikori, logak, dan berbagai labu.
Kebudayaan Mesir bertahan selama 35 abad, dan kemudian pelaut-pelaut phoenicia
meneruskan warisan teknologi Mesopotamia dan Mesir ke kepulauan Yunani yang sedang muncul.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.