Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kemampuan Berpikir Abstrak

Kemampuan Berpikir Abstrak

oleh: andra5463    
ª
 
Kemampuan berpikir merupakan sekumpulan ketrampilan yang kompleks yang dapat dilatih sejak usia dini. Berpikir menurut Suryabrata merupakan proses aktif dinamis yang bersifat ideasional dalam rangka pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan ( Suryabrata, 1993:54). Sedangkan menurut Conny, berpikir merupakan proses mental yang terjadi karena berfungsinya otak dalam rangka mencari jawaban atas suatu persoalan, menemukan ide-ide, mencari pengetahuan, atau sekedar untuk berimajinasi. Proses berpikir terjadi oleh berfungsinya otak manusia, karena otak manusia merupakan pusat kesadaran, pusat berpikir, perilaku, dan emosi manusia mencerminkan keseluruhan dirinya, kebudayaan, kejiwaan, bahasa dan ingatannya (Conny R. Semiwan, 1997:50).
Berpikir abstrak merupakan salah satu jenis kemampuan yang merupakan atribut Inteligensi. Menurut Termen seperti yang dikutip oleh Winkel dan Aiken menjelaskan inteligensi ialah kemampuan berpikir abstrak ( Winkel, 1996:139). Kemampuan berpikir abstrak ini adalah suatu aspek yang penting dari inteligensi, tetapi bukan satu-satunya.
Aspek yang ditekankan dalam kemampuan berpikir abstrak adalah penggunaan efektif dari konsep-konsep serta simbol-simbol dalam menghadapi berbagai situasi khusus dalam menyelesaikan sebuah problem.
Kemampuan berpikir abstrak tidak terlepas dari pengetahuan tentang konsep, karena berpikir memerlukan kemampuan untuk membayangkan atau menggambarkan benda dan peristiwa yang secara fisik tidak selalu ada. Orang yang memiliki kemampuan berpikir abstrak baik akan dapat mudah memahami konsep-konsep abstrak dengan baik.
Jadi kemampuan berpikir abstrak adalah kemampuan menemukan pemecahan masalah tanpa hadirnya objek permasalahan itu secara nyata, dalam arti mahasiswa melakukan kegiatan berpikir secara simbolik atau imajinatif terhadap objek permasalahan itu. Untuk menyelesaikan masalah yang bersifat abstrak akan mudah dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan berpikir abstrak yang tinggi dan kemampuan dapat dicapai oleh anak yang sudah mencapai tahap operasional formal yang baik.
Kemampuan berpikir abstrak dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan tes kemampuan berpikir abstrak yang merupakan subtes (baterai) dari Diferential Aptitude Test (DAT). Tes ini terdiri dari delapan subtes, yaitu:
a. Verbal reasoning. Subtes penalaran verbal (verbal reasoning) adalah merupakan suatu tes bakat yang mengungkapkan kemampuan untuk memahami konsep-konsep dalam bentuk kata-kata (verbal). Tes ini bertujuan menilai kemampuan siswa untuk mengabstraksi (meringkas) atau menggeneralisir serta berpikir secara konstruktif dibanding dengan kepastian atau pengenalan kata terutama sekali sesuai untuk mengungkapkan kemampuan penalaran.

b. Numerical ability . Butir-butir soal tes kemampuan angka dirancang untuk mengungkap pemahaman relasi angka dan mempermudah dalam menangani konsep-konsep menurut angka-angka. Masalah-masalah disusun dalam tipe soal yang biasanya disebut "perhitungan aritmatik" daripada apa yang biasanya disebut penalaran aritmatik. Ini didorong oleh adanya suatu keinginan untuk menghindari unsur-unsur bahasa yang biasanya berupa masalah penalaran aritmatik, dimana kemampuan membaca memiliki peran yang sangat berarti. Bentuk perhitungan memberikan keuntungan sehingga tidak akan merugikan sebagai suatu ukuran kemampuan.

c. Abstract reasoning. Tes penalaran abstrak dimaksudkan sebagai instrumen non-verbal yang mengungkapkan kemampuan penalaran mahasiswa. Rangkaian ini disajikan dalam masing-masing persoalan yang memerlukan persepsi pengoperasian prinsip dalam mengubah diagram-diagram. Misalnya mahasiswa harus menemukan asas-asas atau prinsip-prinsip yang menentukan perubahan gambar-gambar dan memberikan tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk yang dipahaminya dengan menunjukkan (menandai) diagram-diagram yang seharusnya iikuti secara logis.

d. Clerical speed and accuracy. Tes kecepatan dan ketelitian klerikal adalah dimaksudkan untuk mengukur kecepatan memberikan jawaban atau tanggapan dalam suatu tugas persepsi yang sederhana Pertama-tama mahasiswa harus memilih kombinasi yang telah ditandai dalam tes, kemudian akan tercetus suatu pikiran untuk mencari kombinasi yang sama dalam suatu kelompok kombinasi yang sama pada gambar jawaban secara terpisah, dan terakhir dapat ditemukan kombinasi yang identik yang diberikan garis bawah.

e. Mechanical reasoning. Tes penalaran mekanikal pada dasarnya suatu bentuk baru dari serangkaian uji pemahaman mekanikal (Mechanical Comprehension Test) yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh salah seorang pengarang. Masing-masing soal berisi situasi mekanikal yang disajikan berupa gambar-gambar sekaligus bersama dengan pertanyaan yang susunan kata-katanya sederhana. Diusahakan agar soal-soal yang disajikan menggunakan istilah-istilah yang sederhana dan acap ditemui pada mesin-mesin atau peralatan yang tidak menyerupai gambar-gambar dalam buku tes atau memerlukan pengetahuan khusus. Dalam tes penalaran mekanik ini sedapat mungkin diperlukan penalaran yang tepat dan logis. Tes ini disusun berdasarkan pengalaman dari tes pemahaman mekanikal dari Bennett.

f. Space relation. Tipe soal yang direncanakan bagi tes ini menyajikan suatu kombinasi dari dua bentuk pendekatan terdahulu dengan pengukuran kemampuan ini. Kemampuan membayangkan suatu obyek yang dikonstruksi dari suatu gambar dalam suatu pola yang telah sering digunakan dalam tes visualisasi struktural. Demikian juga kemampuan untuk membayangkan bagaimana suatu obyek akan nampak jika diputar putar dalam beberapa cara tertentu yang telah dipergunakan secara efektif dalam pengukuran persepsi ruang.

g. Spelling. Tipe soal yang digunakan dalam bagian mengeja pada subtes penggunaan bahasa bukanlah tipe soal-soal yang baru. Kata-katanya dipilih dengan teliti. Semua kata-kata diseleksi dari daftar Gate's Spelling Difficulties dalam 3.876 kata. Kata-kata lainnya diseleksi sebagai tajuk rencana yang mereka tonjolkan dalam setiap kosa-kata. Ejaan yang tidak tepat atau salah dipilih dari penelitian Gates dan orang-orang yang lainnya. Subtes mengeja mengukur bagaimana baiknya seseorang dapat mengeja kata-kata umum dalam bahasa Indonesia (Inggris). Juga, skor tes ini merupakan suatu prediktor terbaik kemampuan mempelajari stenografi dan pengetikan

h. Language usage. Tes pemakaian bahasa terdiri dari dua sub, yaitu; mengeja dan tata bahasa. Tes ini terdiri dari dua tes prestasi belajar yang singkat yang mengukur kemampuan-kemampuan penting yang perlu dipertimbangkan oleh seseorang bersama-sama dengan tes bakat lainnya yang dinilai oleh tes bakat perbedaan.
Diterbitkan di: 03 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    simbol simbol dalam berfikir abstrak maksudnya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian verbal Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja contoh bakat verbal? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana contoh soal dalam materi fisika kelas 8? contohnya untuk materi cahaya.... tolong kirim ke rhinna_astuty@yahoo.com thank's Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya tertarik untuk meningkatkan Numerical ability dan abstrac reasoning.... arimatik beserta prinsip hukum fisika merupakan yang terbaik buat saya.. untuk menjelaskan fenomena fenomena secara angka.. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana c cara mengenal potensi diri kita?mksh ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    sebenarnya ada alat tes tersendiri untuk mengetahui potensi yang kita miliki, namun untuk membantu bisa anda latih sejak sekarang untuk dapat memiliki kemampuan berpikir abstrak 01 Juli 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.