Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Budidaya Pohon Jati

Budidaya Pohon Jati

oleh: poni_bpp     Pengarang : http://software-komputer.com
ª
 
Jati memiliki persebaran yang cukup luas baik di habitat alamnya maupun wilayah pengembangannya, meliputi sebagian besar India, Myanmar, Laos, Kamboja, bagian barat Thailand dan Indo-cina. Pada tanah yang berbatu – batu, kekurangan air, sangat kering dan jelek aerasinya, termasuk juga tanah yang dangkal, pertumbuhan jati dapat menjadi bengkok dan bercabang rendah. Kondisi lingkungan yang baik untuk jati adalah daerah dengan musim kering yang nyata (meski bukan syarat mutlak), memiliki curah hujan antara 1200-3000 mm/tahun.
Meskipun membutuhkan musim kemarau yang nyata, tetapi musim kemarau yang terlalu kering dan lama akan menjadi faktor pembatas persebaran jati. 2.2. Pengumpulan Benih Jati Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh benih jati yang baik, yaitu; 1. Pohon induk yang dipilih harus memiliki penampakan luar (fenotip) pohon yang unggul dan baik yaitu sehat, lurus, berbatang silindris, pertajukan rindang, mempunyai batang bebas cabang yang tinggi dan sebagainya. 2. Pohon induk dipilih dari sumber benih yang baik bisa dari kebun benih, Tegakan Benih, maupun Areal Produksi Benih (APB) yang telah ditunjuk ataupun dari pohon terseleksi (pohon plus), atau dari hutan jati alam/tegakan alam. 3. Pada tanah dengan bonita (tingkat kesuburan tanah) yang baik, pengumpulan benih dapat dimulai pada tegakan umur 20 tahun, tetapi untuk tanah dengan bonita rendah, pengumpulan benih dilakukan pada tegakan berumur 30 tahun. 4. Ciri benih yang telah masak adalah warna kulitnya coklat dengan kadar air antara 10 -13%.Penentuan Lokasi Persemaian Lokasi yang dipilih untuk persemaian harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain sebagai berikut : 1. Letak Letak persemaian tergantung dari fungsi pembuatan persemaian apakah persemaian yang akan dibuat tersebut termasuk persemaian permanen ataukah persemaian sementara. Untuk persemaian permanen letak lokasi persemaian harus memperhatikan beberapa hal yaitu : dekat dengan sumber air yang dapat mensuplai air sepanjang musim, dekat dengan sarana angkutan bibit (jalan).
Tanah harus mempunyai tekstur yang baik yaitu mempunyai 10 liat, 15% silt, dan 75% pasir. Untuk menciptakan kondisi tanah yang ideal diperlukan beberapa perlakuan antara lain pengolahan tanah (dicangkul) untuk mengurangi tingkat kemasaman tanah dan pembuatan saluran untuk menghindari penggenangan air.
Label yang memadai untuk memberikan informasi yang jelas dari perlakuan yang digunakan dan tanggal pelaksanaan. • Media yang sesuai untuk stek, yaitu media yang mampu menahan kelembaban air, cukup aerasi dan dapat menahan dengan baik kedudukan stek yang ditanam (media stek yaitu pasir, kompos, dan topsoil dengan perbandingan 2:2:1). • Fasilitas penunjang diperlukan untuk memproduksi stek dalam jumlah besar dan jangka panjang, antara lain adalah pengaturan suhu, pengaturan naungan, pengaturan ventilasi, pengaturan penyiraman, dan pengaturan kelembaban ruangan yang dijalankan secara otomatis merupakan suatu hal yang menunjang keberhasilan pembuatan stek. 2. Medium stek Umumnya media yang digunakan untuk penyetekan adalah media yang mampu menahan kelembaban air, cukup aerasi dan dapat menahan dengan baik kedudukan stek yang ditanam. Media tersebut dapat menggunakan pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1 atau menggunakan pasir, kompos dan topsoil dengan perbandingan 2:2:1. Penempatan medium stek dapat menggunakan bak stek atau langsung menggunakan polybag yang selanjutnya ditempatkan pada bak stek permanen. 3. Metode Pengguntingan Stek Pengguntingan dilakukan pada tunas – tunas yang tegak (orthotrop) pengguntingan pada setiap sumbu pokok atau tunas dilakukan pada sekitar 1 cm diatas mata/nodum (duduk daun) karena zat auksin yang membantu pertumbuhan jaringan baru terletek di bawah nodum tersebut.

Diterbitkan di: 02 Maret, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    budi daya pohon jati bertuuan utama untuk Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa ciri2 fisik bibit jati emas ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor terjadi berkurangnya tumbuhan jati Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mau nanya klo tutorial Budidaya pohon jati cirebon ada? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.