Pertanian dan peternakan ibarat dua sisi mata uang, satu sama lain tidak bisa dipisahkan karena hasil pertanian selain
untuk manusia juga bermanfaat bagi kelangsungan hidup binatang ternak, seabliknya, dan peternakan dapat dihasilkan pupuk kandang, yang berguna untuk asupan nutrisi bagi pertanian, keseimbangan ini telah termaktub dalam Firman Allah ' Untuk kesenanganmu dan binatang ternak (QS Abasa : 32) Bagi manusia, peternakan dan pertanian merupakan kunci kesinambungan hidup manusia, karena keduanya merupakan sumber hajat hidup manusia falyandzuril insanu ilaa thoamihi" Hendaklah manusia memperhatikan urusan makanannya.
Menyadariketerikatan yang tidak bisa dipisahkan antara pertanian dan peternakan, Al Zaytun melaksanakn kegiatan pertanian dan peternakan secara terpadu, saat ini Al zaytun memiliki sekita seribu kepala sapi dari berbagai jenis baik loka maupun import, seluruh sapi ditempatkan dalam dua kandang utama yang terletak disebelah selatan kampus, selain untuk memenuhi hajat daging dan susu bagi segenap civitas akademika Al zaytun pengembangan peternakan juga sebagai pabrik pupuk alami untuk menyuburkan tanah-tanah dilingkungan kampus, jika dikalkulasikan bila setiap kepala sapi menghasilkan sepuluh kilogram kotoran basah perhari maka bisa dihasilkan m,inimal 9 ton kotoran sapi setiap harinya. Dengan perolehan pupuk kandang dari peternakan yang dimulai sejak tahun 1996 dapat merokndisi tingkat kesuburan 70 % lahan pertanian disekitarnya.
Pupuk kandang sebenarnya sudah menjadi andalan para petani Indonesia sejak dulu sebab sebelum adanya pupuk kimia para petani menjadikan pupuk kandang sabagi satu-satunya pupuk yang dipakai, selain mengdung unsur nitrogen , fosfat dan kalium (NPK) sebagaimana terdapat dalam pupuk kimia, pupuk kadang juga mengandung unsur-unsur mikro lain yang sangat diperlukan tanaman seperti ferum (besi), sulfur(belerang), mangan, magnesium, natrium, dan unsur-unsur lainnya, pupuk kandang juga berfungsi menyburkan, mengemburkan serta memperbaiki tekstur tanah sehingga memudahkan penyerapan airm serta membantu mengoptimalkan perkembangan akar dan juga berfungsi dalam menciptakan kondisi optimal bagi perkembangan berbagai organisme tanah.
.Kotoran sapi tidak serta merta langsung bisa digunakan sebagai pupuk tanaman atau campuran media tanam karena masih mengandung gas-gas berbahaya yang bisa mematikan tanaman, Oleh karena itu penggunaan pupuk kandang harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu, ada beberapa cara pengolahan pupuk kandang diantaranaya pengolahan bisa dengan menggunakan litter (alas) dan pengolahan menjadi kascing (bekas cacing). untuk pengolahan biasa, Litter ditempatkan langsung dikandang-kandang sapi dengan ketebalan rata-rata 7 - 10 cm, bahan litter bisanya digunakan serbuk gergaji, pengolahn model ini tergolong yang paling simpel dan gampang, pupuk kandang sudah bisa dipanen serta siap digunakan. Pengolahan seperti ini biasanya diterapkan dikandang-kandang sapi bunting dan sapi afkir/sapi tua.adapaun pengolahan fases menjadi kascing harus melalui beberapa tahapan. Tahap pertama kotoran sapi difermentasikan selanjutnya dicampur dengan bahan-bahan organik seperti cacahan gedebog pisang atau cacahan rumput selanjutnya ditambah kapur dan difermentasikan kembali selama tiga sampai emapt hari agar bisa digunakan sebagai pakan cacing, tahapan selanjutnya adalah pupuk kandang dibuat menjadi bedengan-bedengan dengan ketebalan sekitar sepuluh sentimeter, kemudian diberi cacing selam kurang lebih dua pekan, kelemahan kascing ini selainproses pembuatan lebih lama juga tidak bisa diproduksi dalam jumlah besar, rata-rata produk kascing disini sekitar 1,5 ton . saaat ini pembuatan bokasi telah memiliki 29 formula bokasi, diantaranya bokasi Cassava, bokasi Daun jati, bokasi kompos dan serbuk gergaji, rumput, eceng gondok, arang sekam dan jerami.
Proses pembuatan bokasi lebih mudah dibanding pembuatan kascing, setelah bahan-bahan utama disiapkan selanjutnay ditambahkan tepung dedak, tepung jagung, molase (tetes tebu) dan pemberian strater(bakteri pembusuk). strater dibuat sendiri di laboratorium tanaman hias, saat ini telah berhasil membuat dan mengembangkan dua belas macam starter diantaranya: DMAZ (Dekomper MAZ), STARDA (strater Dahsyat) STARKO (Strater komplit) PSBB (Phosphat solubilizing Bactery Bengkalis - pelarut fospat dari bengkalis..
Selain pupuk dari kotoran padat dikembangkan pula pupuk dari kotoran cair yang disebut Unfrem, singkatan dari Urine Fermenatsi, walaupun masih dalam skla kecil tetapi yang dilakukan merupakan bukti konkrit keseriusan AL Zaytun dalam membangun pertabian dan peternakan.
0