Sebagai salah satu contoh bagaimana kiat untuk lebih memahami matemematika adalah dengan memahaminya secara
filosofis.
Arti kata
filosofis sebenarnya tidak dimaknai terlalu dalam, tapi bagaimana kita bisa menemukan sesuatu hal dari suatu bahasan yg kita sedang pelajari.
Sebagai contoh, bagiamana seorang kawan saya membuat suatu pemahaman filosofis dari materi Limit di tingkat perguruan tinggi. Seperti diketahui oleh kebanyakan mahasiswa di jurusan
matematika, banyak sekali materi-materi yang harus didalami sampai akarnya, hal ini membuat sebagaian besar mahasiswa yang tidak terbiasa mengkaji menjadi kesulitan dengan hal seperti ini. Definisi limit di tingkat perguruan tinggi harus menjadi sesuatu yang dipahami diluar kepala.
Lim x -> a dari fungsi f(x) adalah L didefinisikan sebagai berikut untuk setiap €>0 ada §≠0 sehingga |x-a| - > |f(x)-f(a)|=L...dari definisi ini kemudian dicarilah sebuah perenungan, sehingga diperoleh pemahaman filosifis bahwa sesungguhnya dalam materi limit, yg perlu diperhatikan WAJIB ada adalah nilai epsilon dan delta. Analogi dengan pandangan berikut, jikalau kita menginginkan seseorang menaruh perasaan pada diri kita, maka kita harus membuat hubungan (fungsi f(x)) yang sangat dekat (epsilon itu nilainya sangat kecil), sehingga memunculkan suatu kedekatan dengan orang yg kita ingin dekati (delta sangat dipengaruhi oleh epsilon yg kita pilih, makin kecil epsilon, maka deltanya pun akan semakin kecil). ketika kita sudah memiliki hubungan yang dekat dengan seseorang, maka orang tersebut PASTI memiliki juga perasaan pada diri kita (ketika epsilon dan delta sudah ada, maka PASTI nilai Limit itu ada). Dan inilah yang terjadi dengan kehidupan nyata kita, tidak mungkin seseorang menjalin hubungan asmara apabila tidak memiliki hubungan yang saling ada (epsilon dan delta).
Ketika kita sudah bisa membuat suatu pemahaman filosifis seperti diatas, maka pastinya kita lebih mudah mengingat dan mudah menggunakan dan mudah mencari kemana arah materi tersebut akan digunakan.