• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Sains>www.kompas.com

.

www.kompas.com

oleh : ozawa     



Jakarta, Kamis
Beginilah kesimpulan peneliti Australia soal masturbasi: the more
and the earlier, the better.
Makin muda dan makin sering Anda
melakukan masturbasi, makin besar peluang Anda mencegah kanker
prostat di usia tua.
Tidak usah mahal-mahal membeli obat untuk mengurangi risiko terkena
kanker prostat. Anda tidak perlu mengeluarkan uang sesen-pun. Makin
sering Anda melakukan masturbasi (lebih dikenal dengan sebutan
onani) –terutama di usia muda— akan memperkecil risiko Anda
terkena
kanker prostat. Demikian hasil temuan ahli Australia bernama Graham
Giles dari Cancer Council Victoria di Melbourne.
Kesimpulan di atas dimuat di majalah "New Scientist" tanggal
17
Juli. Para peneliti tersebut melakukan riset terhadap 2.338 laki-
laki Australia soal kebiasaan seks mereka dibandingkan risikonya
terkena kanker prostat. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 1.079
laki-laki sudah didiagnosis terkena kanker prostat.
Dalam laporan itu dituliskan: Makin sering Anda mendapatkan
ejakulasi pada usia 20-50 tahun, makin kecil kemungkinan Anda
terkena kanker prostat.
Laki-laki yang melakukan masturbasi --dan mendapatkan ejakulasi--
lebih dari 5 kali seminggu pada usia 20-an, peluangnya terkena
kanker prostat berkurang sampai duapertiga, ketimbang laki-laki yang
jarang-jarang melakukan onani.
Dalam penelitian itu, tidak dijelaskan secara gamblang mengapa
masturbasi bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Hanya
digambarkan makin sering Anda ejakulasi, memungkinkan saluran
pengeluaran tidak tersumbat. Sekaligus membersihkan kelenjar kelamin
dari penumpukan zat-zat yang dapat memicu kanker prostat.
Kanker prostat adalah kanker paling umum di kalangan laki-laki
selewat usia 50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara
kanker-kanker yang menyerang laki-laki. Penyakit ini, telah
menewaskan sekitar 500.000 laki-laki setiap tahun.
Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali
bila ada di antara keluarga Anda yang demikian. Penyakit ini
biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini.
Bagaimana dengan masturbasi? Adakah efek buruknya jika sering
dilakukan?
Masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun. Tidak benar
masturbasi dapat mengakibatkan berbagai akibat seperti kelumpuhan,
impoten, mandul, bodoh, penglihatan terganggu, gangguan ereksi, dan
tulang menjadi keropos.
Anda juga tidak perlu takut kehabisan sperma. Jelas ini tidak
mungkin terjadi. Selama fungsi buah pelir dan kelenjar kelamin yang
lain normal, sel-sel spermatozoa dan cairan sperma akan tetap
diproduksi.
Informasi Salah
Sampai saat ini masih banyak orang yang cemas karena masturbasi.
Kecemasan itu tak dapat dilepaskan dari pandangan agama atau nilai
moral dan pendapat ilmuwan di masa lalu.
Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut
berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp,
And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan,
seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama. Tersebutlah di dalam
Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini
isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan.
Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan
kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu
setiap berhubungan seksual. Dengan cara yang kini disebut sanggama
terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya
mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.
Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti
yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual
dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula
berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin
untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation).
Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi
dapat dicapai orgasme.
Gara-Gara Tissot
Menurut Wimpie, ilmu pengetahuan telah mencoba menguraikan tentang
masturbasi sejak dua abad lalu. Pada pertengahan abad 18, Tissot
dari Perancis menulis buku berjudul "Onana". Ia menguraikan
beragam
penyakit yang timbul akibat masturbasi.
Dapat dimengerti kalau uraian Tissot menimbulkan ketakutan. Dan
sungguh hebat, gaung uraian Tissot masih tersisa sampai saat ini.
Terbukti dengan masih banyaknya orang takut dan mengalami keluhan
psikosomatis karena masturbasi.
Seperti disebutkan di atas, dalam masyarakat kita pun berkembang
cerita menakutkan tentang masturbasi, antara lain dapat menimbulkan
kelumpuhan, impoten, mandul, bodoh, penglihatan terganggu, dan
sebagainya. Ketakutan seperti itu kerap muncul pada remaja.
Informasi yang salah itu menjadi mitos yang dianggap benar.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin terungkap jelas bahwa
masturbasi tidak menimbulkan akibat seperti diuraikan Tissot.
Sebenarnya tidak terjadi penyakit apa pun akibat masturbasi.
Yang perlu dipikirkan, menurut Wimpie, adalah kemungkinan ejakulasi
dini (pada laki-laki) bila terbiasa melakukan masturbasi dengan
tergesa-gesa. Pada remaja ketergantungan terhadap masturbasi akan
membuat perhatiannya terpusat ke arah itu. Rasa berdosa atau
bersalah sesudah masturbasi itulah yang selanjutnya bisa mengganggu
fungsi seksual. (zrp/HealthDayNews)
Diterbitkan di: Agustus 10, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.