Indahnya Ketika Kita Bisa Selalu NOL”(1) Oleh
Imansyah Rukka - 7 Augustus 2009 - Dibaca 123 Kali - Ada yang paling
indah dan menyenangkan dalam hidup ini ketika kita bisa selalu “nol” diri kita dalam melakukan aktifitas apapun. Berarti istilah NOL mempunyai definisi dan interpretasi yang sangat subjek, namun makna dan tujuannya sama. Suatu ketika saat saya mengendarai sepeda motor untuk setelah menjemput istri saya dari tempat kerjanya di bilangan Puri Kembangan Jakarta Barat, saya di cegat oleh Petugas Kepolisian yang ada di sekitar Blok M dan ternyata setelah saya stop, dan disapa oleh polisi tersebut dengan diawali dengan hormat’…saya dimintai sejumlah perlengkapan surat-surat STNK dan SIM. Selanjutnya kita harus paham bahwa ada perbedaan yang sangat tipis, bahkan lebih tipis dari benang sutra bahwa angan-angan dan cita-cita kita yang positif sesuai tujuan yang kita rencanakan dalam hidup ini…kita belum tahu persis apakah itu suara emosional, suara intelaktual ataukah suara yang berasal dari totalitas nol tadi? Sekali lagi, disinilah letak sulitnya manusia, jika ia tidak bisa membedakan hal ini. Harapan saya, artikel ini adalah yang pertama tentang nol atau totalitas ikhlas sekaligus merupakan totalitas seluruh alam semesta, yang dalam Al-quran adalah “Iqra”, bacalah”.