Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Sifat-sifat bahan kimia

Sifat-sifat bahan kimia

oleh: tanty     Pengarang : artikelkimia.info
ª
 
1.1 Ninhidrin
Ninhidrin adalah suatu reagen berguna untuk mendeteksi asam amino dan menetapkan konsentrasinya dalam larutan. Senyawa ini merupakan hidrat dari triketon siklik, dan bila bereaksi dengan asam amino menghasilkan zat berwarna ungu (Hart dkk, 2003).
Ninhidrin merupakan suatu oksidator sangat kuat yang dapat menyebabkan terjadinya dekarboksilasi oksidatif asam α-amino untuk menghasilkan CO¬¬2.NH3 dan suatu aldehid dengan satu atom karbon kurang daripada asam amino induknya (Tim Dosen Kimia, 2007).

1.2 Etanol
Alkohol larut dalam air, tidak berwarna, C2H5OH; d.r. 0,61 (0oC); titik lebur (-169oC); titik didih (-102oC). Senyawa ini menjadi minuman yang meracuni, dibuat melalui fermentasi gula dengan bantuan khamir
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2
Etanol yang dihasilkan membunuh khamir dan fermentasi saja tidak dapat menghasilkan larutan etanol dengan kadar lebih dari 15 % (berdasar volume). Penyulingan dapat menghasilkan campuran didih-tetap yang mengandung 95,6 % etanol dan 4,4 % air. Etanol murni dibuat dengan menyingkirkan air tersebut menggunakan bahan pengering (Daintith, 2005).

1.3 NaOH
NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau batang atau bentuk lain. Sangat basa, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur. Bila dibiarkan di udara akan cepat menyerap karbondioksida dan lembab. Kelarutan mudah larut dalam air dan dalam etanol tetapi tidak larut dalam eter. Titik leleh 318°C serta titik didih 1390°C. Hidratnya mengandung 7; 5; 3,5; 3; 2 dan 1 molekul air (Daintith, 2005).
NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air, NaOH murni merupakan padatan berwarna putih, densitas NaOH adalah 2,1 . Senyawa ini sangat mudah terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida (Keenan dkk., 1989).

1.4 Asam asetat Pa
Asam asetat termasuk ke dalam golongan asam karboksilat dengan rumus molekuh CH3COOH, berwujud cairan kental jernih atau padatan mengkilap, dengan bau tajam khas cuka, titik leburnya 16,7 oC, dan titik didihnya 118,5 oC. Senyawa murninya dinamakan asam etanoat glasial. Dibuat dengan mengoksidasi etanol atau dengan mengoksidasi butana dengan bantuan mangan (II) atau kobalt (II) etanoat larut pada suhu 200 oC. Asam asetat digunakan dalam pembuatan anhidrida etanoat untuk menghasilkan selulosa etanoat (untuk polivinil asetat). Senyawa ini juga dapat dibuat dari fermentasi alkohol, dijumpai dalam cuka makan yang dibuat dari hasil fermentasi bir, anggur atau air kelapa. Beberapa jenis cuka makan dibuat dengan menambahkan zat warna (Daintith, 2005).

1.5 Aseton
Aseton dengan rumus molekul CH3COCH3, memiliki titik lebur -95,4 oC, titik didihnya 56,2 oC. Propanon adalah senyawa keton yang paling sederhana yang dapat bercampur dengan air. Senyawa ini dibuat melalui oksidasi propanadiol atau diperoleh sebagai reaksi sampingan dalam pembuatan fenol dari kumena. Senyawa ini digunakan sebagai pelarut dan sebagai bahan mentah pembuatan plastik (Daintith, 2005).

1.6 Buffer Pospat
Larutan buffer berfungsi menahan perubahan pH bila asam atau basa ditambahkan atau bila larutan diencerkan. Buffer asam terdiri dari asam lemah dengan garam asam. Garam menyediakan A-, yaitu basa konjugat dari asam HA. Contohnya adalah H2PO4- atau HPO42- (Daintith, 1994).
Dalam buffer asam, misalnya molekul HA dan ion A- ada bersama-sama. Bila asam ditambahkan, maka sebagian besar proton diambil oleh basa (Daintith, 2005):
A- + H+ HA
Bila basa ditambahkan, sebagian besar kelebihan ion hidroksida bereaksi dengan asam yang tak berdissosiasi (Daintith, 2005):
OH- + HA A- + H2O
Jadi penambahan asam ataupun basa hanya sedikit mengubah pH. Konsentrasi ion Hidrogen dalam buffer dirumuskan dengan:
Ka = [H+] = [A-] / [HA]

Diterbitkan di: 02 Juni, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah reagen bisa menguap..? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan sifat sifat batrium hidroksida ! Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa rumus kimia air kelapa Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    SIFAT FISIK DAN KIMIA H2SO4 Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sifat-sifat dan zat-zat kimia Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian aminon? dan apakah bahan penggantinya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa yang menyebabkan volume air berkurang ketika dicampur dengan NaOH??? ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    mengeluuarkan panas. 31 Oktober 2012
  1. Jawaban  :    karena naoh bersifat menyerap panas sehingga air dapat menguap. 31 Oktober 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa gunanya spatula? Sifat bahan apakah yang dapat merusak jaringan hidup? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutin jenis jenis reagen dan sifat senyawa ny Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kapan shy saya lahirr ? ada yang tau engga ????????? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    yahhhhh . bappake ora ngarti kapan kamu lahir .. 15 Juli 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.