Penting untuk memahami perbedaan antara mengurangi lemak dan mengurangi
berat badan. Mengurangi berat badan biasanya
melibatkan berkurangya lemak, air dan otot. Seorang yang sedang berdiet dapat mengurangi
berat badan tanpa mengurangi banyak lemak. Idealnya, mereka yang kegemukan harus berusaha untuk mengurangi lemak dan melatih ototnya, karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemat. Umumnya, semakin banyak massa otot yang dimiliki, semakin tinggi pula metabolismenya, dan semakin banyak pula kalori yang dibakar, bahkan saat ia sedang beristirahat sekalipun. Karena otot lebih padat daripada lemak, otot akan terlihat lebih ramping. Untuk menentukan apakah berat badan adalah karena lemak, berbagai metode pengukuran persentase lemak tubuh telah dikembangkan.
Berkurangnya otot selama proses mengurangi berat badan dapat dibatasi dengan cara melakukan angkat berat secara teratur (atau melakukan push-up dan senam berorientasi kekuatan) dan mengkonsumsi cukup
protein. Menurut National Academy of Sciences, referensi asupan untuk protein adalah "0,8 gram per kg berat badan untuk orang dewasa."
Mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat, dan khususnya mereka yang melakukan latihan berat, mungkin ingin meningkatkan protein yang diperlukan. Bagimanapun juga, tetap ada risiko yang harus ditanggun. Menurut American Heart Association, protein yang berlebihan dapat menyebabkan masalah hati dan ginjal dan dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung. <2> Tidak ada bukti yang pasti bahwa diet tinggi protein adalah berbahaya, namun mereka hanya menunjukkan bahwa diet ini berbahaya bagi orang yang memiliki masalah ginjal dan hati