Tahukah kamu bahwa Henry Ford awalnya mendesain Model T untuk digerakkan dengan bahan bakar etanol, tapi kemudian mengubahnya
menjadi berbahan bakar bensin/petrol. Kini minyak merupakan sebuah permasalahan serius bagi kita semua karena meningkatkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, biayanya terlalu banyak, dan suplainya yang tidak bisa diandalkan. Dalam artikel ini, John Demon mengamati dua perusahaan Kanada yang berjuang meringankan permasalahan di atas dan mendapat untung dari penggunaan produk sampingan di bidang agraria untuk memproduksi etanol—alkohol beroktan tinggi yang dihasilkan oleh gula yang difermentasi. Gula yang difermentasi bisa dibuat dari kanji biji gandum. Saat dicampur dengan bensin, etanol mengurangi emisi gas rumah kaca dan biaya bahan bakar.
Perusahaan pertama adalah Pound-Maker Agventures Limited yang menjalankan pabrik etanol dan peternakan di dekat Lanigan, Saskatchewan. Pound-Maker memakai sekitar 3.500 gantang gandum untuk memproduksi 40.000 liter etanol dalam sehari. Hasil sampingan dari proses penyulingan biji-bijian tersebut, yang disebut ‘wet distillers grain’, digunakan sebagai makanan ternak berprotein tinggi. Sedangkan air limbahnya atau ‘
stillage’ digunakan sebagai suplemen protein buat sapi.
Perusahaan yang kedua adalah Iogen Corporation yang berlokasi di luar Ottawa, Ontario. Iogen memproduksi etanol dengan menggunakan mikroba yang gennya dimodifikasi untuk membongkar batang gandung yang tersisa. Prosesnya membutuhkan sedikit energi. Salah satu produk sampingan proses ini adalah lignin, yang bisa dibakar untuk menghasilkan listrik. Karena cellulosic ethanol (
ceetol) diproduksi dengan menggunakan sisa-sia panen tahun lalu, para petani takkan kesulitan memproduksinya. Di samping itu, ceetol dapat diproduksi dengan menggunakan residu kayu keras, rerumputan seperti switchgras, atau bahkan cairan limbah.
Demont dengan hati-hati menunjukkan bahwa tidak semua ilmuwan sepakat. Beberapa di antaranya adalah Davil Pimentell dari Cornell University yang meyakini produksi etanol menggunakan lebih banyak energi, bukannya malah menghemat. Pandangan Pimentel ini didukung oleh David Suzuki Foundation and Greenpeace Canada. Namun pemerintah Kanada dan sejumlah perusahaan gas tetap terus mengsubsidi penelitian serta produksi etanol. Pemerintah Kanada menargetkan setidaknya sepertiga bensin yang dijual di negara itu mengandung 10% etanol pada tahun 2010, yang sebanding dengan menghilangkan 400,000 kendaraan dari jalanan.