BERBAGAI cara dilakukan untuk menghemat penggunaan
bensin yang harganya melonjak menjadi Rp 6.000,00/l. Salah satunya adalah penggunaan
alat penghemat bensin untuk
motor,
BeSave. Alat ini merupakan peranti yang berfungsi mengubah partikel bensin, sehingga lebih mudah terbakar.
Nah, setelah bensin mudah terbakar, tentunya diperlukan percikan api yang besar pada busi. Jadi ada dua alat tambahan, yaitu alat pada saluran bensin, dan satu lagi pada kabel busi.
Kedua alat ini cukup mudah dipasang, dan hasilnya adalah pengehamatan antara 20% hingga 30%, semacam Novi, pengguna Honda Kirana 2003, yang semula mengonsumsi bensin 1 l untuk 50 km, setelah memakai BeSave, meningkat menjadi 1l per 60 km atau
hemat 20%. Jika dirupiahkan, biaya perkilometer sebelum memakai BeSave adalah Rp 90,--/km (bensin Rp 4.500,--/l) jika harga bensin naik menjadi Rp. 6.000,--/l maka biaya per kilometer untuk 50 km adalah Rp 120,--/km atau naik Rp 30,--/km. Namun dengan alat tersebut, biaya per kilometer cukup Rp
100,--/km, atau meski harga bensin naik, biaya kenaikan itu hanya Rp 10,--/km.
Abstrak lain tentang Penghemat Bensin atau BBM untuk Motor