Strategi pengamanan ternak adalah salah satu rangkaian kegiatan penting sebagai bagian dari pembangunan peternakan yang merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian. Dalam rangka ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam penyediaan pangan asal hewani. Maka pengamanan ternak mempunyai peranan penting dalam kapasitas meningkatkan produktivitas dan reproduktivitas dalam budidaya ternak, disamping berdampak antara lain pada peningkatan pendapatan peternak, peluang kerja dan terjaminnya stabilitas penanaman modal dalam usaha peternakan. Adapun tantangan dan hambatan dibidang pengamanan yternak di NTB :
1. Status kesehatan ternak relative masih rendah
2. Status kesehatan lingkungan yang masih rentang terhadap penyakit hewan menular strategis/ekonomis,
3. SDM dan kelembagaan dalam fungsi pelayanan kesehatan ternak belum standar.
Pada dasarnya keberhasilan keberhasilan pengamanan ternak memerlukan keterlibatan semua pihak. Melatar belakangi perumusan strategi pengamanan ternak perlu diketahui visi dan misi kesehatan hewan.
1. Visi. Kesehatan hewan adalah terwujudnya ternak sehat dan produktif.
2. Misi. Melindungi sumber daya ternak dari penyakit hewan menular dan tidak menular, Mengamankan lingkungan budidaya ternak terhadap masuknya penyakit baru (eksotik) dari luar wilayah NTB, Menciptakan pelayanan prima dibidang kesehatan hewan.
Dari strategi rasional dalam pengamanan ternak ini ada 3 (tiga) hal mendasar yang harus ditangani yaitu :
a. Penanganan penyakit hewan menular
b. Penanganan penyakit hewan non menular
c. Pengelolaan kesehatan hewan/ternak.
Abstrak lain tentang http://bukpd.ntb.go.id