Halaman Utama Shvoong > Ilmu Pasti > Kasus Vibrio parahaemolyticus di dalam seafood

.

Kasus Vibrio parahaemolyticus di dalam seafood

Summary rating: 3 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Elvira Syamsir
Ringkasan oleh : anin
Kunjungan: 26
kata: 600
Diterbitkan di: April 18, 2008



Vibrio
parahaemolyticus


(Vp)  merupakan bakteri halofilik Gram negatif.  Bakteri ini tumbuh pada kadar NaCl optimum 3%,
kisaran suhu 5 – 43°C,  pH 4.8 – 11 dan aw
0.94 – 0.99.  Pertumbuhan berlangsung
cepat pada kondisi suhu optimum (37°C) dengan waktu generasi hanya 9–10
menit.  Seafood yang merupakan produk
hasil laut, memberikan semua kondisi yang dibutuhkan oleh Vp untuk tumbuh dan
berkembang biak: keberadaan garam, nutrien yang baik serta pH dan aw yang cocok
sehingga Vp sering terdapat sebagai flora normal di dalam seafood. Mereka
terkonsentrasi dalam saluran pencernaan moluska, seperti kerang, tiram dan
mussel yang mendapatkan makanannya dengan cara mengambil dan menyaring air laut


Strain Vp patogen merupakan
penyebab penyakit gastroenteritis yang disebabkan oleh produk hasil laut (seafood),
terutama yang dimakan mentah, dimasak tidak sempurna atau terkontaminasi dengan
seafood mentah setelah pemasakan. Gastroenteritis berlangsung akut, diare
tiba-tiba dan kejang perut yang berlangsung selama 48 – 72 jam dengan masa
inkubasi 8 – 72 jam. Gejala lain adalah mual, muntah, sakit kepala, badan agak
panas dan dingin. Pada sebagian kecil kasus, bakteri juga menyebabkan
septisemia.


Sejak tahun 1997,
jumlah kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan oleh Vp meningkat secara
tajam di berbagai kawasan dunia.  Terjadinya
KLB ini telah teridentifikasi disebabkan oleh konsumsi seafood terutama tiram (oyster)
mentah yang terkontaminasi oleh Vp. 
Sejak tahun 1997 tersebut, maka seafood terutama tiram dianggap sebagai
jenis pangan yang penting diwaspadai dari aspek keamanan pangan.  Strain Vp patogen penyebab gastroenteritis
sangat beragam.  Strain Vp patogen dengan
serotype O3:K6 sejak tahun 1996 muncul menjadi sumber patogen baru penyebab
keracunan pangan.


Kasus keracunan
karena Vp lebih banyak terjadi pada musim panas.  Kondisi ini berkorelasi positif dengan prevalensi
dan jumlah kontaminasi Vp pada sampel seafood lingkungan yang juga meningkat
dengan meningkatnya suhu perairan. 
Tingkat salinitas air laut juga berpengaruh pada tingkat
kontaminasi.  


Teknik analisis
berpengaruh pada tingkat prevalensi dan tingkat isolasi Vp dari seafood. Untuk
pengendalian tingkat kontaminasi didalam seafood, diperlukan pemilihan metode
analisis yang lebih sensitifitas dengan waktu deteksi yang lebih cepat.  Teknik analisis berdasarkan deteksi gen (tlh,
tdh dan/atau trh) memberikan hasil yang lebih akurat untuk mendeteksi strain
patogen dibandingkan dengan teknik MPN-konvensional yang berdasarkan pada
reaksi biokimiawi. 


Pada sampel
seafood dari lingkungan dan pasar ritel, Vp patogen hanya terdeteksi dalam
jumlah rendah (<100 sel per-gram).  Prevalensi
dan tingkat kontaminasi Vp dalam sampel seafood lingkungan dan pasar ritel juga
seringkali jauh lebih kecil dari batas maksimum Vp yang diijinkan FDA didalam
seafood yang akan dijual (104 sel per-gram).  Kondisi ini juga terjadi pada sampel yang diambil
selama terjadiny

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.