Mengenal enamel pada kemasan kaleng
Summary rating: 3 stars
3 Tinjauan
Kunjungan:
134
kata:
600
Diterbitkan di: April 02, 2008
Kemasan kaleng termasuk jenis kemasan yang banyak
digunakan. Spesifikasi kaleng untuk
mengemas pangan ditentukan oleh dua kebutuhan yaitu kebutuhan akan kekuatan
yang dimiliki wadah dan daya simpan yang dimiliki oleh produk dalam
kaleng. Kebutuhan terhadap daya simpan
isi kaleng salah satunya ditentukan oleh sifat korosif produk.
Untuk mengemas produk pangan, maka bagian dalam kaleng
(sebagaimana halnya bagian luar kaleng) harus bersifat tahan korosi
(karat). Pada bagian dalam kaleng, korosi
dapat disebabkan oleh kontak langsung antara produk dan permukaan kaleng. Beberapa faktor yang menentukan terjadinya pembentukan
karat pada bagian dalam kaleng antara lain sifat bahan pangan, terutama pH;
pemacu pembentukan karat seperti nitrat, beberapa bahan belerang, zat warna
antosianin; banyaknya sisa oksigen dalam bahan pangan, khususnya pada ruang
udara (head space); suhu dan waktu penyimpanan; serta beberapa faktor yang
berasal dari bahan kemas, seperti berat lapisan timah, macam dan komposisi
lapisan baja dasar, efektifitas perlakuan pada permukaan lapisan, jenis lapisan
dan lain sebagainya.
Salah satu komponen yang memberi
efek perlindungan kaleng terhadap pembentukan karat karena interaksinya dengan
pangan yang dikemas adalah enamel yang digunakan. Enamel merupakan bahan organik yang dilapiskan pada kaleng untuk melindungi
metal dari kemungkinan terjadinya korosi karena kontak dengan makanan. Selain itu, lapisan enamel juga melindungi
kontak antara makanan dengan metal yang dapat menghasilkan warna dan flavor
yang tidak diingini. Sebagai
contoh misalnya warna hitam yang disebabkan oleh reaksi antara besi atau timah
dengan sulfida pada makanan yang berasam rendah (berprotein tinggi), atau
pemucatan pigmen merah dari sayuran atau buah-buahan misalnya bit atau anggur
karena reaksi baja, timah atau aluminium.
Enamel
kaleng umumnya berupa bahan non metal seperti polibutadiena, epon, oleoresin,
vinil, epoksi dan fenolik, dan pemilihannya disesuaikan dengan jenis
pangan yang akan dikalengkan. Tujuh sifat
yang harus dimiliki enamel kaleng, yaitu tidak beracun; tidak mempengaruhi cita
rasa atau warna makanan; harus menjadi barrier yang efektif antara makanan
dengan permukaan dalam kaleng; harus mudah digunakan secara fabrikasi pada tin-plate; tidak boleh terkelupas atau
lecet selama pengalengan (sterilisasi pangan); memiliki daya tahan mekanis pada
proses pembuatan kaleng kosong dan ekonomis
Dua
jenis enamel yaitu lapisan pelindung dalam (LPD) dan lapisan pelindung luar
(LPL). Pelapisan kaleng pada bagian luar
kaleng selain mencegah korosi dari luar juga berfungsi untuk mendekor
wadah. Aplikasi LPL adalah sebagai
lapisan dasar (white coating, untuk
warna putih yang dominan dan sizing varnish, untuk kaleng trasnparan) dan
sebagai warna yaitu solid (blok), untuk cetakan tanpa kombinasi warna dan
rester/screen untuk gambar campuran.