Halaman Utama Shvoong > Sains > Potensi Migrasi Komponen Volatil Plastik Selama Pemanasan Dalam Oven Microwave

.

Potensi Migrasi Komponen Volatil Plastik Selama Pemanasan Dalam Oven Microwave

Summary rating: 2 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Elvira Syamsir
Ringkasan oleh : anin
Kunjungan : 138  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 27, 2008


Penggunaan plastik sudah semakin populer,
termasuk sebagai wadah atau kemasan untuk pangan yang akan dipanaskan
bersama-sama kemasannya.   Perubahan cara
(kebiasaan) masak masyarakat saat ini.menyebabkan berkembangnya berbagai jenis
produk yang dimasak (dipanaskan) bersama-sama dengan kemasannya di dalam oven
microwave.  Seiring dengan perkembangan
kebiasaan baru tersebut, berkembang pula berbagai jenis kemasan untuk tujuan
pemasakan langsung dalam oven microwave, termasuk yang terbuat dari bahan
plastik.

Telah diketahui bahwa plastik bukanlah material
yang bersifat inert dan residu monomer serta aditif lain yang digunakan dalam
pembuatan suatu polimer plastik bisa bermigrasi ke dalam pangan yang
dikemas.  Dekomposisi dan migrasi
komponen plastik dapat berlangsung cepat dengan meningkatnya suhu. 

Penelitian yang dilakukan oleh Nerin et al (2001)
di dalam Nerin et al (2002) menyebutkan bahwa sebagian besar plastik mengalami
peningkatan suhu sampai sekitar 90oC dan beberapa akan mencapai suhu
lebih dari 180oC jika dipanaskan di dalam oven microwave selama 5
menit.  Dalam kondisi ini, plastik yang
dipanaskan juga terdeteksi membentuk komponen volatil dan semivolatil yang bisa
bermigrasi kedalam makanan.  Sehingga,
sangat penting untuk menjamin bahwa pemanasan plastik tidak akan membentuk
komponen lain dan komponen yang dihasilkan tidak masuk ke dalam fase uap atau
ke dalam pangan yang dikemasnya.

Beberapa wadah plastik yang ditujukan untuk
memanaskan makanan di dalam oven microwave telah tersedia secara komersial
antara lain polycarbonate (PC), polypropylene-copolymer (PPCo),
polypropylene-20% talcum (PP%T), polypropylene random (PPR) dan styreneacrylonitrile
(SAN).  Wadah plastik untuk
pemanasan pangan dalam oven microwave ini tidak bersifat inert dan melepas
beberapa komponen toksik ketika suhu kemasan mencapai 100oC (Nerin
et al, 2002).

Pemanasan plastik bisa terjadi dalam bentuk
pelletnya atau sebagai kemasan.  Pellet
mungkin mengalami pemanasan selama proses pencetakan.  Diketahui bahwa pemanasan sampel pellet
menghasilkan metilen benzene, etil benzene, 1-oktena dan styrene sementara
wadah kemasan yang dipanaskan selain mengandung 4 komponen ini juga mengandung
xylene dan 1,4-diklorobenzen.  Semua
komponen ini bersifat toksik dan dibatasi keberadaannya secara ketat, tidak
boleh melebihi limit migrasi spesifik.   


Selama ini PC telah dipromosikan sebagai wadah
kemasan plastic yang tahan proses pemanasan pada suhu tinggi.  Tetapi, hasil penelitian Nerin et al (2001)
menunjukkan bahwa wadah kemasan PP%T melepaskan komponen volatil dalam
konsentrasi yang lebih rendah selama pemanasan pada suhu 100oC, diduga
karena komponen volatil terperangkap didalam talcum yang berperan sebagai
adsorbent. 

Wadah kemasan plastik jenis SAN penting menjadi perhatian karena
kandungan komponen toksik terutama metal-benzennya yang sangat tinggi sehingga
sebaiknya tidak digunakan sebagai kemasan untuk masakan panas atau yang akan
dipanaskan bersama dengan kemasannya.

Jika diasumsikan bahwa migrasi yang terjadi 100% akan terperangkap ke
dalam makanan, maka perhitungan potensi kandungan komponen volatil di dalam
pangan yang dikemas menunjukkan bahwa potensi migrasi komponen pada suhu 100oC
masih dibawah nilai limit migrasi spesifik yang disyaratkan oleh Uni
Eropa. 

Jika terjadi peningkatan suhu, maka dekomposisi aditif dan pemecahan
polimer akan semakin meningkat.  Konsekuensinya,
komponen yang lepas dari permukaan plastik akan semakin beragam.  Komponen yang kurang volatil bisa langsung
terlarut ke dalam pangan yang kontak dengan plastik panas, walaupun
konsentrasinya di dalam fase uap sangat rendah.  Sehingga, terbentuknya komponen non volatile
pada penggunaan suhu yang lebih tinggi harus dipelajari lebih dalam untuk
menjamin keamanan penggunaan wadah kemasan tersebut pada suhu tinggi.

 

Sumber:

Nerin, C., D. Acosta, C. Rubio.  2002.  Potential migration release of volatile
compounds from plastic containers destined for food use in microwave
ovens.  Food Additives and Contaminants, Vol. 19, No. 6, pages 594-601



Abstrak lain tentang Potensi Migrasi Komponen Volatil Plastik Selama Pemanasan Dalam Oven Microwave
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------