Produk
baru dapat dikelompokkan
dalam berbagai definisi, yaitu produk yang benar-benar baru (belum pernah ada
sebelumnya); hasil modifikasi produk yang sudah ada; dan atau hasil meniru
produk yang sudah ada (me – too). Industri
pangan memerlukan proses
pengembangan produk baru dengan beberapa alasan yaitu peningkatan kualitas;
peningkatan efisiensi proses / biaya; untuk memenuhi perubahan tuntutan
konsumen; meningkatkan daya saing (kompetisi); meningkatkan keuntungan.
Tantangan dalam pengembangan
produk baru dapat berasal dari dalam (
internal) dan dari luar (eksternal).
Tantangan internal diantaranya biaya; SDM; fasilitas (peralatan) dan
komitmen
manajemen. Tantangan eksternal diantaranya krisis multi dimensi;
persaingan global; perkembangan teknologi (iptek) dan perkembangan tuntutan
konsumen Tahapan pengembangan produk baru adalah sebagai berikut: tahap
pencarian ide, pengembangan produk (formulasi, proses),
uji organoleptik, uji
konsumen, uji umur simpan dan pengemasan, produksi (skala pilot plant), uji
pasar dan baru masuk ke tahap komersialisasi
Penyebab kegagalan produk baru
diantaranya adalah perbedaan tidak nyata; produk tidak berbeda dengan yang
sudah ada; waktu peluncuran produk yang tidak tepat; penempatan (posisi) produk
yang tidak tepat; dan juga penampilan (mutu) produk tidak baik; salah sasaran
konsumen dan kapabilitas
perusahaan yang tidak memadai.
Abstrak lain tentang Pengembangan Produk Pangan Baru (Pengantar)