Mengemudi
di jalanan Ibu Kota yang kian macet
paling enak menggunakan mobil berpersneling otomatis. Kaki tidak harus pegal
menginjak pedal kopling. Namun, sebagian orang malah takut atau justru terlena
memakai mobil otomatis.
Namun, mitos itu baru benar bila
persneling matik dibiarkan rusak karena
tak tahu cara merawat. "Perawatan mobil matik justru
bisa lebih murah daripada
manual kalau dilakukan
dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling
rata-rata harus ganti setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa
lebih lima tahun, bergantung pada
pemakaian," kata Tunjung Pangajom, Asisten Manajer Parts and Service PT
Mazda Motor Indonesia,
agen tunggal merek Mazda di Indonesia.
Terlena
Salah satu perawatan mendasar yang jarang diperhatikan adalah penggantian oli
secara rutin. Padahal, oli
transmisi otomatis(automatic transmission fluid/ATF)
adalah komponen vital dalam sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai
pelumas, oli juga berperan sebagai penerus daya gerak mesin. Dosen Jurusan D3
Otomotif Institut Teknologi Indonesia, Serpong, itu menambahkan, sekitar 85
persen kerusakan persneling matik yang masuk bengkelnya karena kelalaian
mengganti oli. "Sepuluh persen sisanya karena faktor usia dan lima
persen sebab kesalahan pemakaian," ujarnya. Salah satu kesalahan fatal
pengguna mobil matik adalah termakan bahasa iklan, transmisi otomatis tak perlu
ganti oli "seumur hidup" (lifetime). "Iklan itu tak
salah. Namun yang perlu dicermati adalah arti kalimat ''''seumur hidup''''. Ini
bukan berarti ''''umur hidup'''' pemakainya, tetapi ''''umur hidup'''' mobil," kata
Ricky. Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala
kopling selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju
mobil. Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan
laju seimbang. Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti
biasa. "Bisa dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu
rem dilepas. Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut
dicurigai ada masalah di transmisi matik," katanya.
Rutin
Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat tongkat
pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak
persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan
Eropa seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk
itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa masuk
kolong mobil. Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan
dengan manual. Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata
membutuhkan biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp 200.000.
Untuk pengurasan bisa sampai Rp 500.000. Mungkin harga itu sebanding dengan
kenyamanan mengemudi mobil matik di jalan macet. Lebih baik Anda mengeluarkan
uang untuk perawatan rutin daripada merogoh dompet hingga jutaan rupiah guna
perbaikan transmisi matik yang rusak. "Biaya overhaul transmisi matik
rata-rata Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos jasa, belum termasuk penggantian
onderdil yang jauh lebih besar. Untuk mobil Eropa, penggantian gearbox matik
bisa mencapai Rp 60 juta," paparnya.
Abstrak lain tentang Jangan Terlena Pakai Matik