Halaman Utama Shvoong > Sains > Hido, Ksatria Yang Sial

.

Hido, Ksatria Yang Sial

Summary rating: 4 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Ringkasan oleh : Dongeng
Kunjungan : 119  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 14, 2007
Dahulu di negeri  jepang ada seorang ksatria bernama hido. Dia
gagah berani. Sayangnya... selalu bernasib sial.

Apapun yang di kerjakannya salah. Aneh! Sebab
hido selalu bertindak sesuai dengan ajaran gurunya. Memang nasibnyalah yang
selalu sial.

Jika dia membunuh naga, maka bukan naga jahat
yang di bunuhnya. Jika dia menolong gadis yang di larikan kuda liar, ternyata
gadis itu memang penunggang kuda yang hebat.

Jika dia diminta mengusir penyamun, ternyata
penyamun itu kenalannya. Tentu saja dia tak mungkin membunuh kenalannya. Orang
harus mencari ksatria lain.

Akhirnya, semua orang berpendapat bahwa tak
ada gunanya minta tolong pada hido. Orang menutup pintu rumahnya jika dia
lewat.

Hanya ada satu jalan. Hido harus pergi ke
negeri jauh, di mana tak ada orang yang mengenalnya. Dia harus mulai lagi dari
nol!

Di bawanya pedang samurai dan busur
panjangnya. Dia berjalan dan terus berjalan tanpa henti.  Sampai ke sebuah negeri yang belum pernah di
kunjunginya. Ada danau luas terbentang di hadapannya. Untung di situ ada
jembatan.

Tanpa menyadari bahwa hari itu nasibnya akan
berubah hido malangkah, meniti  jembatan
itu. Di tengah- tengah jembatan, dia melihat seekor ular raksasa tidur
bergelung.

Mungkin hido lagi- lagi sial, yang jelas dia
bukan penakut. Meskipun ular itu besar sekali, sebesar batang pohon, dan
nafasnya menyemburkan api, hido melangkahinya dengan tenang.

Belum lagi jauh, dia mendengar seseorang
memanggilnya.

“hai, ksatria!” seru suara itu.

“oh, orang- orang di sini memelihara ular yang
bisa bicara,” pikir hido, sambil berpaling.

Bukan ular yang dilihatnya, tetapi seorang
pria tampan berjubah biru dengan mahkota di kepalanya. mahkota emas!

“anda memanggilku?” tanya hido, sedikit
keheranan.

“ya,” jawab orang itu. “ andalah orang yang
kami cari- cari.”

Pria berjubah biru itu berkata, bahwa dia
sesungguhnya adalah raja danau. Dia tinggal dalam istana kristal, jauh di dasar
danau.

Selama ini mereka hidup aman dan damai. Tapi,
akhir- akhir ini muncul seekor naga jahat yang mengganggu ketentraman
rakyatnya. Bila malam tiba, naga itu akan turun ke dasar danau. Dia akan
menangkap dan memangsa siapa saja yang bisa di mangsa.

“aku mencari- cari ksatria yang bersedia
membinasakan naga itu,” kata raja. “ kulihat kau datang dari jauh. Aku tau kau
seorang ksatria samurai dari pedang panjang dan busur yang luar biasa itu.
Kuubah diriku menjadi ular, tapi kau tak takut. Dengan tenang kau melangkahiku.
Kaulah ksatria yang kami tunggu- tunggu.”

Hido senang sekali.

“apa perintah tuan?” tanyanya sambil
membungkuk dalam- dalam.

Raja memegang tangan hido. Di tuntunnya hido
masuk ke dasar danau. Ke istana kristal. Isatana itu indah sekali. Kursi-
kursinya di hiasi dengan permata. Makanannya lezat- lezat. Waktu berlalu begitu
cepat. Tanpa di sadari sudah tengah malam!

Terdengar raungan dahsyat. Air danau
menggelegak. Hido mengambil senjatanya dan cepat- cepat berenang ke permukaan.
Benar! Di tepi danau berdiri seekor naga raksasa. Buas, jahat, dan mengerikan!
Belum pernah hido melihat mahluk sebesar itu.

Hido tak gentar. Diangkatnya busur dan di
tariknya anak panah. Bidikannya sudah tepat. Tapi panah itu tak bisa menembus
kulit naga yang keras dan licin. Anak panahnya seperti biji rumput kering di
terbangkan angin.

Naga merangsak maju. Hido tetap tegak di
tempatnya. Panah kedua di lepaskan. Naga mengibaskannya. Seperti mengibaskan
seekor lalat.

Naga makin dekat. Tepat pada saat yang kritis
itu, hido teringat akan nasehat seorang kesatria tua- anak panah harus di jilat
ujungnya supaya terbangnya baik. Hido mengambil anak panah ketiga. Ujungnya di
jilat dulu. Di bidik dan di lepaskan... tepat mengenai titik diantara kedua
mata naga itu. Mati! Nasib hido berubah.

Raja danau sangat lega. Hido di anugerahi
harta berlimpah. Sejak saat itu nasib hido selalu baik.

 

Abstrak lain tentang Hido, Ksatria Yang Sial
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------