Halaman Utama Shvoong > Sains > STEMPEL DATUAK KATUMANGGUNGAN DAN DATUAK PARPATIAH NAN SABATANG

.

STEMPEL DATUAK KATUMANGGUNGAN DAN DATUAK PARPATIAH NAN SABATANG

Pengarang : Suryadi
Ringkasan oleh : NasrulAzwar
Kunjungan : 108  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 30, 2007
Konon jejaknya juga dapat dilacak dalam material
culture Minangkbau: ada Batu Batikam di Batusangkar, sebagai ‘bukti
arkeologis’ percanggahan ideologis yang amat prinsipil antara kedua
mamak muyang orang Minang itu: yang satu hendak menegakkan sistem
otokratis (ketek babingkah tanah, gadang balingkuang aua Piliang>), yang lain hendak menerapkan sistem demokratis (titiak dari
ateh, bosek dari bumi ).Cerita yang kita dengar selama ini mengatakan bahwa
Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatiah nan Sabatang memang pintar:
pandai mambaco dalam raik, pandai manyurek manilantang.


Stempel Datuak Katumanggungan (a) dan Stempel Datuak Parpatiah Nan Sabatang (b).

(Sumber: Leiden University Library Cod.Or. 1745, hal.
ii & iii)
(Konon) kedua stempel yang gambarnya disajikan di sini adalah stempel
(cap) Datuak Katumanggungan dan stempel Datuak Parpatiah Nan Sabatang. Inilah cap besar kepada segala anak cucu Datuk
Katemanggungan pada tiap2 luak dan Laras dan pada tiap2 batang
rantau, lalu ke laut nan sedidis, ombak nan bedebur.”
Inskripsi stempel b, yang juga ditulis dalam aksara Jawi, adalah
sebagai berikut: “Inilah Cap Datuk Parpatih Sebatang nan bernama Si
Manang Sutan”.
Di atas dan di bawah cap terdapat anotasi: “Matlab Datuk Perpatih
Sebatang jua adanya nan bernama Si Manang Sutan adanya. Adapun Datuk
Perpatih Sebatang itu ialah nan tuah di dalam Laras Bodi Caniago jua
adanya. Inilah cap besar kepada segala anak cucu Datuk
Perpatih Sebatang pada luak dan laras dan pada tiap2 batang rantau,
lalu ke laut nan sedidis dan ombak nan bedebur jua adanya.” (Lihat
juga Wieringa 1998: 104; Gallop 2002: part 1, vol. II, 133).

Kata “cap besar” juga mengindikasikan bahwa stempel
ini pernah memiliki otoritas dan wibawa yang tinggi, baik di luhak
(laras yang tiga) dan rantau yang membentang sampai ke “laut nan
sedidis dan ombak nan bedebur”.
Seperti telah disebut di atas, Tambo tempat stempel ini ditemukan
ditulis tahun 1824. Dengan demikian, umurnya baru kurang lebih 183
tahun. Jadi, kurang logis bahwa stempel ini adalah stempel yang asli yang pernah dipakai oleh datuak kita nan berdua itu.
Masa hidup Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatiah Sabatang pastilah
berasal dari periode yang jauh lebih lama daripada tarikh itu,
setidaknya ketika Gunung Merapi sudah sedikit lebih besar dari telur
itik.Yang jelas, Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatiah Nan Sabatang tetap penuh misteri.
Dunia ilmiah belum dapat memberikan lebih banyak bukti yang meyakinkan
mengenai banyak hal seputar sejarah hidup kedua originators sukubangsa
Minangkabau itu.

Abstrak lain tentang STEMPEL DATUAK KATUMANGGUNGAN DAN DATUAK PARPATIAH NAN SABATANG
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------