a melanjutkan sekolah di KweekschooI/SGA, Makassar, Sulawesi Selatan dan tamat
pada tahun 1951.
Tahun 1955 ia menyelesaikan pendidikan B.1
Bahasa Indonesia di Bandung
dan menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Sastra Universitas
Padjadjaran, Bandung (1963).Tahun 1975 ia memperoleh gelar Doktor Ilmu Sastra
dengan pengkhususan linguistik di Universitas Indonesia, Jakarta,
melalui disertasi yang berjudul Morfologi Kata Kerja Bahasa Gorontalo.
Sebagai orang yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya
pendidikan bahasa Indonesia, Badudu telah mengabdikan diri sebagai
guru sejak usia 15 tahun 5 bulan. Pada tahun 1951—1955 ia menjadi guru SMP di Poso, Sulawesi Tengah, dan pada tahun 1955—1964 menjadi guru SMA di Bandung. Ia juga pernah menyumbangkan tenaga sebagai dosen di Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1965 –1991.
Ia juga menjadi guru besar di Universitas Pakuan Bogor
pada tahun 1991—sekarang dan di Universitas Nasional Jakarta pada
tahun 1994—sekarang (tidak aktif memberikan kuliah, tugas diserahkan
kepada asisten). Tokoh bahasa ini juga dikenal sebagai pembawa acara
Siaran Pembinaan Bahasa Indonesia di TVRI Pusat Jakarta (1977—1979)
dan sebagai penatar bahasa Indonesia untuk berbagai lapisan masyarakat,
seperti mahasiswa, dosen, guru, wartawan, pegawai pemerintah, dan
polisi.Dalam usia 76 tahun saat ini Badudu tidak hanya aktif
sebagai guru, dosen, penatar bahasa Indonesia, tetapi juga aktif
sebagai penulis artikel tentang bahasa Indonesia di surat kabar dan
majalah. Sejak tahun 1977 hingga sekarang, ia
menjadi penulis atau pengisi rubrik tentang pembinaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar di majalah Intisari Jakarta.
Keaktifan Badudu menulis buku-buku yang berisi tuntunan tentang
penggunaan bahasa Indonesia untuk pelajar, mahasiswa, dan umum, dapat
dibaca melalui karyanya:
1) Pelik-Pelik Bahasa Indonesia.Tujuh orang di antaranya sekarang telah menjadi guru
besar (profesor) dan tersebar di berbagai perguruan tinggi di
Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan
Bandung, Universitas Hasanuddin (Makassar), STKIP Gorontalo,
Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Lambung Mangkurat
(Samarinda).
Sebagai guru dan dosen bahasa Indonesia selama 49 tahun, Badudu pernah
menerima bintang jasa Pemerintah RI, yaitu Satyalencana 25 tahun
Pengabdian dan Bintang Mahaputra yang diserahkan sendiri oleh Presiden
Megawati Sukarnoputri pada tanggal 15 Agustus 2001 di Istana Negara.
Bintang jasa itu diberikan pemerintah sebagai penghargaan atas jasanya
membina bahasa Indonesia selama bertahun-tahun bagi seluruh lapisan
masyarakat.
Abstrak lain tentang Jusuf Sjarif Badudu