sebuah cerita lucu ketika NATO membantu pejuang oposisi dalam memerangi para pejuang Qadaffy memasuki minggu ke tiga. NATO menyediakan dukungan udara bagi pergerakan
pasukan oposisi. Jet-jet tempur, pembom maupun pesawat pengindera taktis dari berbagai negara anggota berpatroli di atas udara Libya. Di mana sampailah pada sebuah
cerita unik dan lucu. Perancis siang itu mengirim 5 jet tempur Mirage 2000 ke udara Libya dalam formasi. Jean, salah seorang pilot tempur dari kelima pesawat tadi
sedang bersiap-siap menghadapi pasukan loyalis Qadaffy. Beberapa sistem rudal permukaan ke permukaan dan jet tempur musuh mengudara. Ketika rudal-rudal hendak akan di
tembakkan, jet-jet tempur Perancis membabat habis dengan senapan mesin dan rudal udara ke permukaan. Tidak terkecuali dengan kendaraan tempur milik pasukan loyalis
Qadaffy juga di babat. Tiba-tiba salah satu rekan Jean mendengar JEan sendiri mengumpat kata "sial" dalam bahasa Perancis di radio.Rekannya mengira ia mengalami
masalah dan mendekati posisi pesawat Jean sebelum bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja, Tanggo III(Jean)?" Jean tidak menjawab rekannya malah merancau lebih jauh lagi
yang terdengar di radio, "Sial tidak mungkin di saat penting seperti ini."
Pesawat Jean terlihat oleng lalu terdengar teriakan berikutnya dari radio, "Aku sudah tidak tahan lagi." Rekannya merasa heran dan berusaha tenang menanyakan
situasinya karena walaupun ia terbang dekat dengannya ia tidak melihat ada masalah dengan pesawat Jean. "apa ada yang salah? ulangi ada masalah apa Tango III?" lalu
Jean kembali merancau lagi, "Sial ini pasti gara-gara makanan siang tadi. aku tahu sekarang.". setelah itu terdengar suara komandan tim dari radio, "Tango III,
perjelas maksudmu?". setelah itu JEan melanjut dengan sopan namun masih merancau, " Pak, aku mau minta izin pulang(pangkalan). hmm aku sudah tidak tahan lagi, mau
pulang pipis dan boker(kelepasan)". OMG. hahahaha.......