Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hiburan>Drama>Fiction Story: Kebelet Pipis dan "Boker"

Fiction Story: Kebelet Pipis dan "Boker"

oleh: supermaster    
ª
 
sebuah cerita lucu ketika NATO membantu pejuang oposisi dalam memerangi para pejuang Qadaffy memasuki minggu ke tiga. NATO menyediakan dukungan udara bagi pergerakan

pasukan oposisi. Jet-jet tempur, pembom maupun pesawat pengindera taktis dari berbagai negara anggota berpatroli di atas udara Libya. Di mana sampailah pada sebuah

cerita unik dan lucu. Perancis siang itu mengirim 5 jet tempur Mirage 2000 ke udara Libya dalam formasi. Jean, salah seorang pilot tempur dari kelima pesawat tadi

sedang bersiap-siap menghadapi pasukan loyalis Qadaffy. Beberapa sistem rudal permukaan ke permukaan dan jet tempur musuh mengudara. Ketika rudal-rudal hendak akan di

tembakkan, jet-jet tempur Perancis membabat habis dengan senapan mesin dan rudal udara ke permukaan. Tidak terkecuali dengan kendaraan tempur milik pasukan loyalis

Qadaffy juga di babat. Tiba-tiba salah satu rekan Jean mendengar JEan sendiri mengumpat kata "sial" dalam bahasa Perancis di radio.Rekannya mengira ia mengalami

masalah dan mendekati posisi pesawat Jean sebelum bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja, Tanggo III(Jean)?" Jean tidak menjawab rekannya malah merancau lebih jauh lagi

yang terdengar di radio, "Sial tidak mungkin di saat penting seperti ini."

Pesawat Jean terlihat oleng lalu terdengar teriakan berikutnya dari radio, "Aku sudah tidak tahan lagi." Rekannya merasa heran dan berusaha tenang menanyakan

situasinya karena walaupun ia terbang dekat dengannya ia tidak melihat ada masalah dengan pesawat Jean. "apa ada yang salah? ulangi ada masalah apa Tango III?" lalu

Jean kembali merancau lagi, "Sial ini pasti gara-gara makanan siang tadi. aku tahu sekarang.". setelah itu terdengar suara komandan tim dari radio, "Tango III,

perjelas maksudmu?". setelah itu JEan melanjut dengan sopan namun masih merancau, " Pak, aku mau minta izin pulang(pangkalan). hmm aku sudah tidak tahan lagi, mau

pulang pipis dan boker(kelepasan)". OMG. hahahaha.......
Diterbitkan di: 20 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.