12.00
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:" Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}
Lapangan sepak bola yang baik adalah lapangan sepakbola yang mampu
memuaskan penglihatan para penonton sepak bola. Lapangan sepak bola harus
terlihat hijau, artinya terdiri atas rumput yang terawatt dan segar. Di Indonesia
terdapat banyak club sepakbola yang memiliki para pemain tangguh, tetapi tidak
setangguh pemain asal eropah. Gerakan pemain sepak bola Indonesia cukup
kelihatan lamban. Ketika terjadi hujan maka gerakan mereka semakin lamban dan
lebih banyaak tidaak terkontrol disebabkan lapangan sepak bola menjadi licin.
Arah pantulan bolapun menjadi sulit ditebak apabila terdapat banyaak genangan
air. Rumput yang hijau menjadi kelihatan tidak hijau, melainkan kelihatan
berlumpur. Sehingga permainan sepakbola yang tadinya berada dilapangan sepak
bola yang kering berubah menjadi seperti bermain sepak bola di tengah sawah.
Banyak uapay yang dilakukan oleh pihak pembangun lapangan sepaak bola. Saya
punya solusi berbeda dalam membangun lapangan sepak bola. Teknologi saya begitu
sederhana, kecuali mungkin rumput harus didatangkan dari luar negeri yaitu
China. Teknologi sederhana maksudnya adalah menggunakan produk agregat local.
Jumlah waktu bermain sepak bola adalah 2 x 45 menit ditambah 2 x 15 menit jika
terdapat perpanjangan waktu bermain apabila terjadi seri. Jadi total permainan
sebesar 120 menit atau 2 jam. Perkiraan hujan terjadi adalah 2 jam sebelum
permainan dimulai sampai permainan selesai. Pada umumnya jika terjadi hujan
lebat, permainan ditunda, kecuali jika hujan turun pada saat bermain, tetapi
saya memberikan solusi yang terbaik. Hujan diperkirakan sangat lebat selama 4
jam. Jadi debit air diperkirakan terjadi selama 4 jam. Air yang masuk ke
lapangan harus terserap dengan cepat. Teknologi untuk menyerap air sudah banyak
dilakukan di Eropah termasuk Amerika seperti dalam permainan Football. Mereka
menggunakan bahan lapisan plastic khusus dibawah lapisan pasir dan rumput
dengan kedalaman tertentu.
Tetapi saya memberikan solusi berbeda. Saya menggunakan
karpet, sebab karpet lebih murah, lebih tahan lama, dan memiliki pori-pori yang
lebih rapat sehingga mampu menahan pasir diatasnya. Caranya demikian : Lapangan
sepakbola harus digali sedalam 1 meter sampai dengan 1,5 meter sama rata
disetiap permukaan lapangan. Hasil galian harus disingkirkan. Lapisan pertama
harus diganti dengan agregat batu dan kerikil tidak lolos saringan no.20mm.
jadi semua lumpur dan pasir pasti lolos saringan nomor 20mm. lapisan agregat
tidak lolos saringan 20mmm, baik berbentuk batu besar atau kecil harus diatur
sedemikian rupa setebal 60 cm, tujuannya untuk memberikan angka pori yang cukup
besar apabila hujan terjadi, air langsung masuk kedalam pori-pori antar batu. Kemudian
diatas agregat batu dan kerikil tersebut dipasangkan karpet yang cukup tebal.
Harga karpet tidak terlalu mahal jika harus menutupi semua lapangan sepakbola.
Diatas karpet dipasang agregat pasir yang harus lolos saringan no.200, artinya
tidak mengandung lumpur. Untuk menghilangkan lumpur ada dua cara yaitu dengan
cara menyaring dengan saringan no.200, tidak butuh waktu lama untuk melakukan
kegiatan tersebut. Cara yang kedua adalah dengan membutuhkan banyak sekali air
untuk menghilangkan lumpur. Kemudian Agregat lolos saringan No.200 dihamparkan
diatas karpet. Disisakan ketebalan sekitar 5cm atau 10cm lapisan bagian atas
untuk media rumput. Lapisan terakhir adalah lapisan tanah yang bebas batu,
sehingga lapangan menjadi empuk. Rumput dapat dipakai diatasnya. Sehingga
lapangan tidak membutuhkan selokan lagi, selokan yang dalam akan membahayakan
bagi kaki para pemain atau penonton, apalagi jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Air dengan mudah terserap, permainan menjadi lebih enak dilihat.
Selamat Bertanding.