Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hiburan>Film Musik>Kisah hidup Tegar (pengamen cilik dari subang)

Kisah hidup Tegar (pengamen cilik dari subang)

oleh: salminmointi    
ª
 
Hello Gan, beberapa waktu lalu sambil nyari-nyari video di youtube, nemu nih video pengamen cilik dari kota subang yang kretif dan suaranya juga bagus serta lucu liriknya, dan karena kreatif dan lucu ini pengamen cilik yang biasa dipanggil tegar ini di ikutkan dalam salah satu kontes bakat kompetisi XL, bahkan tegar telah di bawa nyanyi oleh band terkenal Netral, berikut adalah videonya tegar penyanyi cilik sebelum mengikuti kontes dan menjadi pengamen cilik yang bisa duet bareng Netral, o iya, selain mainin gitar dan nyanyi, tegar juga bisa beat box dan break dace lo, keren kan.

Menurut tintahijau.com Sebelum dipertemukan dengan Alfas Hermansyah, Tegar hanyalah pengamen cilik yang hidup serba kekurangan. Keluarganya yang sedianya mendukung semua cita-cita Tegar, terhalang kondisi ekonomi yang cenderung pas-pasan.Seusai mengamen, Tegar berlabuh pada sebuah rumah petak berukuran sekitar 4×6 meter. Di rumah itu,Tegar hidup bersama kedua orang tua dan tiga orang adiknya yang masih kecil-kecil.

Ibunya adalah seorang pengamen di kereta api di kawasan Stasiun Pegaden, sedangkan bapak tirinya hanyalah seorang buruh lepas. Hidup dengan serba keterbatasan, Tegar tetap komitmen dalam menyanyi dan menari. Semua dia pelajari secara autodidak. ”Saya sudah belajar menyanyi dari usia empat tahun,”kata Tegar yang mulai menjadi pengamen pada usia tujuh tahun itu.

Tegar tidak tahu seperti apa tangga nada, atau bahkan notasi yang biasa dia nyanyikan. Tapi, insting seni dalam menyanyi dan bermain musik membuat dia mampu bernyanyi. Menurut Tegar, bakatnya dalam menyanyi bisa jadi diturunkan dari sang ibu yang tak lain mantan sinden pada zamannya dulu. ”Ibu saya dulu seorang sinden. Mungkin bakat itu turun dari ibu saya,” ucapnya.

Meski begitu,Tegar mengaku sangat jarang diajari menyanyi oleh ibunya.Tapi bagi dia, warisan seni yang tertanam dalam diri sangatlah cukup untuk bekal kelak. Buktinya pada usianya yang belum mencapai 11 tahun,Tegar telah menciptakan beberapa lagu.

Satu buah lagu di antaranya berjudul “Temanku Ini Mabok Cinta”, sebuah lagu yang agak berbau dewasa, namun cukup friendly untuk seukuran pengamen jalanan di Subang. Lagu ini juga yang membuat Tegar cukup dikenal masyarakat Indonesia.

Dari penelusuran, hingga akhir pekan ini, jumlah kliker video Tegar yang diunggah pada Mei 2012 lalu sukses meraih 2.8 juta kliker. Itu belum video lainnya yang jumlahnya jutaan kliker.

Alfas Hermansyah, lelaki yang pertama kali mengikutkan Tegar pada kompetisi XL, optimistis atas masa depan bocah cilik ini. Suaranya yang merdu dan kemampuannya membuat lagu menjadi modal penting bagi dia meniti masa depan.

”Hidup di jalanan dari usia tujuh sampai 11 tahun cukup membuat dia memiliki mental kuat,” ungkap dia.

Saat ini, Alfas sedang berusaha membuat album kompilasi yang berisi lagulagu ciptaan Tegar dan lagu publik tanpa hak paten. Album tersebut akan dikomersialkan untuk keperluan pendidikan Tegar dan menopang ekonomi keluarganya.

”Bagaimana pun dia harus merasakan bangku pendidikan. Syukur- syukur hasil penjualan album itu bisa membantu ekonomi keluarganya,” ujar Alfas

Lirik Lagu Tegar - Aku Yang Dulu Bukanlah Yang SekarangAku yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu ditendang sekarang ku disayang
Dulu dulu dulu ku menderita
Sekarang aku bahagia

Cita - citaku menjadi orang kaya
Dulu ku susah sekarang alhamdullilah
Bersyukurlah pada Yang Maha Kuasa
Memberi Jalan Untukmu Semua

Hidupku Dulunya Seorang Pengamen
Pulang malam selalu bawa uang recehan
Mengejar cita - cita paling mulia
Membantu Keluarga Di rumah

Sekolah Dulu Ku tak punya biaya
Terpaksa Ku Harus Mencari Nafkah
Tetapi Aku Tak terputus asa
Pasti Yang Kuasa Memberi Jalannya

Hidupku Dulunya Seorang Pengamen
Pulang malam selalu bawa uang recehan
Mengejar cita - cita paling mulia
Bersyukur Masuk Dapur Rekaman

Hidupku Dulunya Seorang Pengamen
Pulang malam selalu bawa uang recehan
Mengejar cita - cita paling mulia
Bersyukur Masuk Dapur Rekaman

Setelah Dulu Ku Nggak Punya Biaya
Terpaksa Ku Harus Mencari Nafkah
Tetapi Aku Tak Terputus asa
Pasti Yang Kuasa Memberi Jalannya

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu ditendang sekarang ku disayang
Dulu dulu dulu ku menderita
Sekarang aku bahagia

Cita - citaku menjadi orang kaya
Dulu ku susah sekarang alhamdullilah
Bersyukurlah pada Yang Maha Kuasa
Memberi oh...memberi Jalan Untukmu Semua

Diterbitkan di: 03 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.