Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hiburan>Film>Hafalan Shalat Delisa

Hafalan Shalat Delisa

oleh: juragankambing    
ª
 

Menceritakan tentang seorang gadis kecil yang periang, bernama Delisa (Chantiq Schagerl). Dia tinggal di Lhok Nga, sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh. mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga kecil yang bahagia, ayahnya Abi Usman (Reza Rahadian) dan ibunya biasa dipanggil Ummy(Nirina Zubir) oleh delisa. Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional, Delisa sangat dekat dengan ibunya, serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi).

26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat Delisa, ummy dan kakak-kakak Delisa ketakutan.

Saat Delisa sedang mengikuti Ujian praktek shalat, tiba-tiba tsunami menghantam. Semua orang berlari menyelamatkan diri, ummy berteriak memanggil-manggil delisa namun Delisa Khusyuk dengan bacaan shalatnya. Gelombang tsunami itu menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara.

Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di bukit cadas. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang, karna dalam kondisi seperti itu delisa tetap menjadi gadis kecil yang periang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummy belum ketahuan ada di mana.

Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan.

Delisa berhasil menyelesaikan hafalan Shalatnya, dan lulus ujian praktek Shalat.
Diterbitkan di: 26 Mei, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.