Jangan terkecoh dengan namanya, meski memakai judul berbahasa inggris film ini adalah murni buatan anak negeri. Dan bisa dikatakan film ini adalah film lokal yang terheboh di awal tahun 2012. Mengapa bisa dikatakan terheboh??? berikut saya akan memberikan review untuk anda.
Film ini diputar Perdana di Indonesia pada Jogja-Netpac Asian Film
Festival 2011 setelah mendapatkan sanjung puji ketika world premiere-nya
di Toronto International Film Festival (TIFF) pada 8 September lalu. Selain itu hak edar film ini juga telah dibeli Alliance untuk diedarkan di
wilayah Kanada, Momentum (Inggris Raya), Madman (Australia), SND
(Prancis), Kadokawa (Jepang), Koch (Jerman), HGC (China), dan Calinos
(Turki).
Keunggulan dari film ini adalah adegan action di film yang ditampilkan tiada henti seperti parade kekerasan yang tak berkesudahan. Aksi baku hantam, jual beli sepakan, dan saling menguji ketahanan tubuh
nyaris di luar batas ketahan fisik manusia dengan tulang dasar ilmu beladiri pencak silat Harimau
dari Sumatera Barat, menjadi sajian utama. Film ini disutradarai oleh Gareth Evans dan diproduksi Ario Sagantoro, dan dimainkan Iko Uwais, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Donny Alamsyah, dan Yayan Ruhian
Cerita film ini sebenarnya sederhana yaitu mengisahkan tentang sebuah pasukan tim elit SWAT berjumlah 20 orang yang ditugaskan untuk
menyerbu apartemen persembunyian gembong
narkotik terkenal yang menguasai daerah tersebut. Apartemen ini belum pernah tersentuk polisi sebelumnya, Sehingga sebagai tempat
yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat
berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang
mencari tempat tinggal aman.
Penggerebakan tersebut awalnya berjalan lancar, namun sayang sebelum menemukan gembong narkoba yang dicari, mereka terlihat oleh pengintai Tama (sang gembong narkotika) dan penyerangan mereka
terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Akhirnya pasukan tersebut terdampar di lantai enam dan
tanpa jalan keluar, satuan khusus tersebut harus berjuang melawan
penjahat-penjahat terburuk dan terkejam untuk bertahan hidup dalam misi
penyerbuan tersebut.