Kira-kira terjemahan judulnya astinya silat barangkali karena tidak
berhubungan dengan salah satu karakter dalam cerita film tersebut.
Ceritanya menggambarkan kehidupan pedesaan yang masih di penuhi hutan
dan pegunungan. Salah satu yang menarik adalah memilhara ternak seperti
sapi yang beratnya berkilo-kilo di atas atap rumah yang selasarnya
telah di lapiskan rerumputan hijau. Hebatnya atap tidak roboh dan sapi
pun kelihatan tidak bergerak ke ujung tepian atap membuatnya terjatuh
dari atap rumah.
Secara garis besar kehebohan cerita ini di mulai dengan perampokan oleh
2 begundal memiliki kemampuan kungfu tinggi ke sebuah pabrik kertas di
mana Liu Cing Si(Daniel Chen) bekerja. Setelah pemilik toko kewalahan,
ia muncul melerai perampokan tersebut yang akhirnya anda tahu sendiri.
Kedua perampok tersebut berakhir tewas tanpa di ketahui senjata dan
jenis luka apa yang mengakibatkan mereka tewas. Datanglah si
detektif(Takeshi Kaneshiro) melakukan penyelidikan dan menemukan
keanehan pada korban sehingga menyimpulkan bahwa pembunuhnya pastilah
orang berkemampuan kungfu tinggi sekali di bandingkan para perampok
ini. Akhirnya pengorekan informasi, detektif ini berhasil mendapatkan
jati diri Ci Sing sebenarnya yang tidak lain adalah mantan anggota
pembunuh sebeuah kelompok hitam.
Lalu jati diri Ci Sing yang sebenarnya terdengar hingga telinga ketua
kelompok hitam yang tak lain merupakan ayahnya sendiri. Ketua kelompok
memerintahkan pencarian hingga ke desa di mana Cing Si bersembunyi dan
pertikaian antara Cing Si dengan para anggota kelompok bertambah seru.
Secara teori jalinan ceritanya sudah tertebak sejak awal. Hanya yang
membuat penasaran adalah langkah-langkah Cing Si alias Tang Lung dalam
menghabiskan musuh-musuhnya di lengkapi dengan cerita teknik akupuntur
Cina kuno. Selain itu juga grafik-grafik anatomi tubuh manusia
menjadikan cerita ini menarik.