Akhirnya bisa tonton juga nih film. Film ini tidak pernah di putar di bioskop Indonesia di karenakan gara-gara kisruh pajak perfilman yang tidak pernah kunjung selesai. Akhirnya untuk dapat menikmati film ini, kitra terpaksa mencari di lapak-lapak penjual dvd ataupun mendownloadnya sebagai bagian dari alternatif untuk mendapatkan hiburan.
Film ini di awali dengan masa Perang Dunia ke II, di mana saat itu NAZI sedang giat-giatnya menangkap dan menyiksa para Yahudi. Ada seorang anak kecil yang tiba-tiba di pisahkan oleh tentara NAZI dari orang tuanya melakukan suatu hal yang di luar dugaan. Ia memiliki sebuah kekuatan super untuk menggerakkan segala jenis logam dari kejauhan hanya dengan mengarahkan tangannya. Ia akhirnya di rekrut oleh NAZI untuk di jadikan senjata.
Namun tenaganya tiada kunjung muncul, sehingga superriornya menggunakan ibunya untuk mengancamnya agar ia bisa mengendalikan tenaga terpendamnya. Ia, Erik Lenscherr tidak dapat menggunakan tenaganya jika tidak ada pemicunya. Superrior akhirnya membunuh ibunya dalam hitungan ketiga karena tidak dapat menggerakkan koin logam di atas meja. Saat itulah kekuatan ia sebenarnya dalam menggerakkan maupun menghancurkan logam muncul ke permukaan. Ia menghancurkan lemari besi, meringsekkan topi besi kedua serdadu yang membawa ibunya. dan ruangan kosong yang penuh dengan benda logam di porak-porandakan.
Setelah perang dunia ke-II usai, ia mengejar orang yang telah membunuh orang tuanya hingga sampai di Amerika Serikat. orang yang di carinya adalah Shaw yang telah membunuh orang tuanya.
Perang dingin sedang berlangsung. Seorang mutan lain bernama Charles Xavier mengajar tesis mengenai bahwa mutan itu benar-benar ada dan bagaiman proses terjadinya dalam sebuah mata kuliah di sebuah universitas. Xavier akhirnya bertemu dengan Erik dalam sebuah operasi gabungan antara CIA dengan tentara AS untuk menangkap Shaw yang di bantu oleh para mutannya untuk mengadu dombakan antara AS dengan Russia hingga ke dalam sebuah perang.
Seorang wanita cantik yang merupakan agen CIA menyamar untuk mendekati Xavier untuk membantu memecahkan masalah ini. Xavier dan Erik bersama dengan para rekrutan mutan barunya untuk menghentikan rencana gila Shaw. Pengiriman rudal balistik nuklir ke Kuba menjadi tonggak masalah muncul perang fisik antara Russia dengan AS. Russia sepakat mengirimkan puluhan rudal balistik berhulu ledak nuklir ke Kuba. Namun kapal tersebut Di cegat oleh kapal-kapal AL AS dengan menerapkan perimeter garis blokade. Sementara itu kapal-kapal perang Uni Soviet juga menjaga garis blokade tersebut.
Para mutan itu terbang dengan pesawat siluman jet terbaru saat itu yakni SR-71 Blackbird yang di kembangkan oleh salah satu mutan berwajah "jelek", Mc Coy untuk menghentikan kedua belah pihak. Untuk membuat keadaan berbalik, Xavier mengendalikan pikiran salah satu awak perwira tinggi komando kapal Russia yang sama-sama mengarahkan moncongnya ke kapal angkut. Akibat pikirannya di kendalikan dari kabin pesawat siluman jet supersonik, perwira itu menekan sebuah tombol rudal dan rudal meluncur ke arah kapal kargo yang bermuatan nuklir. Azazel, mutan berwajah merah dengan ekor yang menyerupai Hellboy ini segera menghilang dan kabur dari kapal sebelum rudal tersebut menghantam kapal kargo.
Rencana Shaw gagal, Xavier meminta bantuan Erik menggunakan kekuatannya untuk mengangkat kapal selam yang di gunakan Shaw dan kawan-kawan dari kedalaman laut. Sebelumnya si
Banshee di turunkan ke dalam laut untuk melacak keberadaan kapal selam dengan gelombang suara superkuat yang dapat di hasilkannya sebagai mutan. Gelombang suaranya dan pikirannya yang di baca oleh Xavier akhirnya ia bisa mmenentukan posisi kapal selam tersebut. Kekuatan super milik Erik yang nantinya di kenal sebagai
magneto berhasil mengeluarkan kapal selam tersebut dari kedalaman laut. Riptide muncul dari kapal selam dan membuat angin puting beliung membuat kapal selam dan pesawat
SR-71 terhempas ke daratan yang tidak jauh di sana.
Perang antara mutan sekutu Xavier dengan Shaw pun berlangsung. Erik di tugaskan masuk ke dalam kapal selam untuk melokasikan dan menangkap Dr. Shaw hidup-hidup untuk di per tanyakan. Dr. Shaw sendiri pun tampaknya sedang bersiap-siap untuk meledakkan/meluncurkan nuklir dari kapal selam yang lumpuh tersebut. Isi pikiran Shaw tidak bisa di baca karena ia mengenakan sebuah helm baja khusus. Namun Erik berhasil melepaskan helm bajanya sehingga pikirannya berhasil di kendalikan oleh Xavier. Erik merasa dendam dan memasukkan logam uang NAZI yang di dapatnya ketika masih dalam pusat pelatihan Kampf NAZI tepat menembus kedalam kepala Dr. Shaw. Xavier tidak percaya itu dan meminta agar Erik segera menhentikan tindakannya namun sudah terlambat. Shaw sudah mati ketika ia terdiam akibat pikirannya di kendalikan oleh Xavier.
Baik pihak Uni Soviet ataupun Amerika sama-sama setuju untuk menlenyapkan para kumpulan mutan di pulau kosong tersebut. Erik mengetahui bahwa setelah para manusia melihat kemampuan mereka sekarang, mutan sudah di pastikan tidak akan ada tempat di dunia ini. Puluhan kapal perang AS dan Russia menembakkan ratusan peluru kendali dan rudal ke arah mereka. Erik mengerti bahwa hanya ada ampun bagi mereka yang mengikuti perintah dan buat mereka sekarang para awak-awak yang ada di kapal itu hanyalah sebuah boneka yang mengikuti perintah tuannya. Jika tuannya meminta demikian, maka mereka mematuhinya. Erik menghentikan peluru-peluru itu dan mengembalikan kearah kapal-kapal perang tersebut. Xavier mencoba menghentikan teman baiknya, Erik dan pada akhirnya ia tertembak oleh peluru Mac Taggert. Xavier lumpuh selamanya. Erik mengumpulkan para mutan yang tersisa di sana untuk melawan manusia secara sukarela.