Pada saat filmnya di mulai, saya melihat adanya nuansa kesamaan cerita dengan sebuah film lama Hollywood. Tapi sy lupa pada judul filmnya. Ceritanya juga pada seputar kereta api yang lepas kendali, memiliki kargo berbahaya dan mudah terbakar.
Film ini seperti dalam iklannya menyebutkan bahwa cerita ini terinspirasi oleh kejadian nyata. Rangkuman kejadian sebenarnya seperti yang di kutip dari beberapa sumber media online adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 15 Mei 2001, sebuah kereta api kargo milik maskapai CSX(bukan AVVR seperti dalam film untuk mencegah citra buruk) dengan mesin lokomotif tipe SD-40-2 menarik 22 gerbong bermuatan, 25 gerbong kosong dan 2,898 ton bahan bakar kimia yang merupakan bahan dasar untuk membuat lem meninggalkan Stanley Yard, Walbridge, Ohio.
Laporan di lapangan, saat itu kereta bergerak pada kecepatan 8 mil per jam. Seorang mekanik kereta api berada di atas lokomotif meloncat turun dari gerbong untuk menggeser posisi jalur rel agar kereta bisa masuk ke jalur utama dan berhasil.
Detik selanjutnya, kereta berhasil ke jalur utama dengan kecepatan yang terus meningkat. Mekanik ini mengira mampu mengejar dan melocat masuk kembali ke lokomotif. Saat itu kecepatan kereta mencapai 12 mil per jam. Tangannya berhasil memegang tepian tangga lokomotif, namun tidak berhasil mendaki anak tangganya. Tetap berpegangan pada sisi kereta ia terseret hampir sejauh 80 kaki(sekitar 240 meter) sebelum terjatuh di atas tanah setelah melepaskan ia melepaskan pegangan tangga(telapak tangan licin akibat keringat) dan kaki terluka. Kecepatan kereta terus meningkat.
Kereta bernomor CSX-8888 ini menempuh sejauh 106 km dalam kecepatan 76 km/jam 'tanpa awak'.
Seperti yang di filmkan, lokomotifnya berhasil di hentikan di Kenton, Ohio dekat stasiun no 67 setelah 2 jam perjalanan. Dua awak dari kereta Q63615 mencoba menghentikan lokomotif ini dari arah berlawanan. Salah seorang teknisi dari kereta Q63615 mencoba menghentikan kereta dengan rem dynamis(seperti sistem ABS dalam kendaraan bermotor dengan mencegah plat rem di kunci total) agar tidak slip keluar dari rel dan juga tidak memutuskan gandengan antar gerbong.
Kecepatan kereta pun berhasil turun hingga hanya 11 mil per jamnya ketika seorang kondektur kereta dari CSX(AVVR dalam film), John Hosfeld berhasil meloncati dan memasuki Gerbong kereta dari samping dengan berlari(dalam film ia meloncat dari Ford Pickup berwarna merah yang di kendalikan oleh seorang tukang besi rel kereta api).
Sang penyelamat, John Hosfeld memasuki gerbong lokomotif dan mematikan mesinnya dari dalam. Mesin penggerak lokomotifnya, CSX 8888 yang menjadi sumber malapetaka ini sekarang di musiumkan.
Sebulan setelah kejadian pihak otoritas keselamatan AS mengeluarkan laporan investigasi kelalaian ini kepada CSX. Namun sampai sekarang CSX tidak pernah mempublikasikan kepada khalayak umum mengenai siapa karyawan yang bertanggung jawab dan hukuman disiplin jenis apa yang di terapkan bagi pelanggarnya.
Film berbudget hampir 100 juta dollar AS ini ternyata sempat mandek. Seperti yang tertulis di wikipedia, Fox entertainment menginginkan film ini di produksi di bawah 100 juta dan hanya mengganggarkan 90 juta dollar saja. Untuk itu Fox yang menyewa Denzel Washington dan Chris Pine sebagai pemeran utama mengajukan pemotongan gaji mereka sekitar 4 juta dari total gaji 20 juta. Denzel menolak usulan Fox dan keluar dari proyek pada bulan Juli 2009 ini akibat tidak jelas kapan proses pengambilan film. Setelah 2 minggu, Fox memanggil kembali Denzel untuk memerani pemeran utama dalam film ini dengan gaji yang telah di sepakati sebelumnya.
Pengambilan film di mulai tanggal 12 November 2009. Lokasi Syuting di rel kereta daerah Suburban Pitssburg, Pensyvalnia. Wikipedia mencatat lokomotif dan gerbong-gerbong yang di sewa Fox untuk film ini yakni maskapai Canadian Pacific Railway dengan no kereta GE AC4400CWS dan kereta pengejar di sewa dari maskapai Wheeling and Lake Erie Railway dengan no lokomotif EMD SD40-2s. Pengambilan Gambar sempat tertunda setelah insiden gerbong kereta keluar dari rel seperti dalam film, namun tidak mengambil korban.
Film yang di sutradari oleh Tony Scot ini menawarkan ketegangan dari awal sampai dengan akhir fim. Kejadian sebenarnya selama 2 jam pun tidak di gambarkan secara bertele-tele. Total panjang film adalah 98 menit. Benar-benar bisa membuat jantung berhenti bernafas selama menonton. Alur cerita yang di rangkaikan pun menarik dan tidak menawarkan aksi semata.
Sudut dan kecepatan pengambilan gambar pun membuatnya tidak tampak seperti pengambilan gambar film dokumenter. Filmnya pun di buat lebih dramatis ketimbang dengan kejadian sebenarnya.