Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tentang RESTORAN (8)

oleh: dikisapari912     Pengarang : Prihastuti Ekawatiningsih
ª
 

MENYAJIKAN MINUMAN ALKHOHOL DAN NON
ALKHOHOL
Minuman atau beverage pada prinsipnya mempunyai
pengertian bahwa semua jenis cairan yang dapat dimunum
(drinkable liquid) kecuali obat-obatan. Fungsi minuman bagi
kehidupan manusia adalah : sebagai penghilang rasa haus,
perangsang nafsu makan, sebagai penambah tenaga, dan
sebagai sarana untuk membantu pencernaan makanan.
Jika ditelaah lebih lanjut sebenarnya minuman dapat
dibedakan menjadi banyak jenis. Tetapi untuk memudahkan
penggolongannya, minuman dapat dikategorikan dalam
kelompok minuman yang berasal dari bahannya, daerah asal,
cara pembuatannya, warna, teknik penyajiannya, dan kadar
alkoholnya. Nourishing (minuman bergizi)
Jenis minuman yang mengandung zat-zat makanan
atau bergizi. Yang termasuk dalam kategori ini adalah aneka
juice menggunakan bahan dasar buah atau sayuran yang
segar. Setiap buah-buahan dan juga sayur-sayuran dapat
dipakai sari buah dengan cara memerasnya untuk
mendapatkan airnya.
Contoh: sari buah jeruk, lime, grape fruit, tomat, apel
nenas, pepaya, dan lain-lainnya. Untuk menjaga agar sari
buah tersebut tetap segar maka sebaiknya disimpan dalam
ruangan yang bersuhu dingin (10°C). Sari buah ini
sebaiknya diminum segar dan dingin, dan dalam banyak hal
digunakan sebagai bahan pencampur untuk membuat
minuman campuran.
Squash ini dapat berupa cairan atau serbuk yang
didapat dari sari buah-buahan. Sebelum disajikan untuk
minimum squash ini dicampur dengan air atau soda. Sama
halnya dengan sari buah, squash harus disimpan di ruangan
yang bersuhu dingin, sehingga terasa menyegarkan. Menyiapkan dan Menata Makanan dan Minuman
untuk Buffet
Penataan meja buffet dari hidangan pembuka sampai hidangan
penutup. Untuk masing-masing jenis makanan dapat disiapkan lebih
awal, sebelum tamu datang. Untuk menjaga agar makanan tetap
panas maka penyajiannya menggunakan chaving dish (alat pemanas
makanan di atas meja buffet yang dilengkapi kompor sterno). Pada
saat tamu datang maka bagian dapur tidak perlu sibuk memasak
karena semua makanan sudah siap tersaji dengan rapi dan menarik di
atas meja buffet. Pada saat ada makanan yang kurang, maka
pramusaji dapat meambahkan lagi makanan tersebut.
Cara menutup meja makan (table set-up) untuk acara buffet ini
banyak kesamaannya dengan cara menutup meja makan pada table
service umumnya. Bila alat-alat belum di sediakan dan diatur di atas
meja makan, seperti halnya pada acara Standing Buffet Service,
misalnya maka harus disediakan tempat yang cukup untuk meletakkan
peralatan makan, seperti pisau, sendok dan garpu, serbet makan atau
paper napkin, mentega, roti, air es serta minuman lainnya, di atas
meja buffet ,
MERENCANAKAN USAHA JASA BOGA
A. Latar Belakang
Membuka suatu usaha, tidak terkecuali usaha boga tentu
ada sesuatu yang ingin di capai, apakah hanya ingin mengisi
kesibukan saja, atau ingin agar dapat mempertahankan hidup
ataukah ingin mendapatkan laba usaha sehingga bisa hidup
berkecukupan bahkan mewah, ataukah apa?.
Membuka suatu usaha, dan usaha itu berhasil dalam arti
menghasilkan profit dan berkembang sudah barang tentu
menjadi tujuan yang diharapkan. Namun demikian tidaklah
semudah itu bisa kita dapatkan, seperti halnya semudah
membalikkan telapak tangan, banyak hal yang mesti kita lakukan
dan upayakan bahkan dengan berbagai pengorbanan baik morel
maupun material.
Jelas berbagai persiapan perlu dilakukan, mulai dari
perencanaan sampai dengan pengendalian, atau dengan kata
lain langkah-langkah manajemen usaha baru perlu dipersiapkan
dengan sungguh-sungguh.
Untuk menyelenggarakan suatu usaha makanan, baik
yang bersifat komersiel maupun nonkomersiel, sekarang ini
pemerintah telah memberikan perhatian yang besar terhadap
masalah-masalah yang timbul sebagai akibat penyelenggaraan
makanan kelompok. Perhatian terutama terhadap kegiatan
penyelenggaraan makanan komersiel, yang merupakan
pemasok makanan jadi untuk berbagai institusi. Terlepas dari itu
semua, keberanian membuka suatu usaha membutuhkan
adanya suatu dorongan yaitu berupa motivasi untuk
berwirausaha.
B. Motivasi Berwirausaha
Peranan motivasi dalam tingkah laku manusia besar
sekali. Semua pekerjaan selain membutuhkan adanya
kecakapan pribadi juga membutuhkan motivasi yang cukup
untuk melaksanakan pekerjaan dengan berhasil. Peranan
motivasi bagi manusia adalah sebagai : (1) energi atau motor
penggerak, (2) pengatur dalam memilih alternatif diantara dua
atau lebih kegiatan yang bertentangan dan (3) pengatur arah atau tujuan dalam melakukan aktivitas. Motivasi merupakan
hasil interaksi antara individu dengan situasinya/lingkungannya.
Motivasi sebagai suatu keadaan dimana seseorang
mempunyai perhatian atau dorongan terhadap sesuatu obyek
dan disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan
dengan lebih aktif terhadap obyek tersebut. Motivasi adalah
bagian dari jiwa (secara umum). Jadi motivasi berwirausaha
adalah bagian dari jiwa kewirausahaan. Lebih lanjut Bimo
Walgito (1994: 3) menyatakan bahwa jiwa adalah kekuatan yang
menjadi penggerak manusia. Secara terinci jiwa dapat diartikan
sebagai : (a) kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia ;
(b) kekuatan yang menyebabkan manusia dapat berpikir ,
berperasaan dan berkehendak (budi) dan (c) kekuatan yang
menyebabkan orang mengerti atau insyaf akan segala gerak
jiwanya. Kekuatan penggerak manusia itu antara lain dapat
berupa minat, motivasi, sikap dan sebagainya.
Wirausaha dapat diartikan orang yang mempunyai
semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.
Kewirausahaan yaitu semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang
mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara
kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau
memperoleh keuntungan yang lebih besar (Umi Sukamti Nirbito,
2000: 58). Lebih lanjut Thoby Mutis (1995: 2) mengemukakan
bahwa kewirausahaan selalu tidak terpisahkan dari kreativitas
dan inovasi. Inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas
yang tinggi. Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa
sesuatu yang baru ke dalam kehidupan (Webster). Kreativitas
merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan,
karena lingkungan cepat sekali berubah, sehingnga untuk dapat
memberikan respon terhadap perubahan manusia ,Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk
menumbuhkan motivasi berwirausaha dibutuhkan adanya
dorongan dari dalam diri (maksud, keinginan, hasrat, rasa
senang, perhatian, ketertarikan dan kecenderungan) yang dapat
menjadi penggerak, semangat, sikap, perilaku, kemampuan dan
kreativitas dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Tentu
saja tidak terkecuali usaha jasa boga, sehingga memperoleh
hasil yang lebih baik dan atau keuntungan yang lebih besar
Diterbitkan di: 28 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.