Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Tentang RESTORAN (6)

oleh: dikisapari912     Pengarang : Prihastuti Ekawatiningsih
ª
 

Penyerasian Pekerjaan dan Lingkungan
Penyerasian pekerjaan dan lingkungan sangat
berpengaruh pada faktor keselamatan dan kenyamanan dalam
bekerja, untuk itu perlu diupayakan desain peralatan yang pas,
sikap kerja yang paling nyaman termasuk dalam pengoperasian
alat-alat, sehingga dapat mencapai hasil yang efektif dan
produktif. Penyerasian pekerjaan dengan peralatan yang
digunakan dan lingkungan fisik seperti suhu,
pencahayaan, kebisingan maupun getaran dikenal dengan
istilah ergonomi. Penerapan ergonomi sendiri menurut beberapa
ahli telah dapat dibuktikan mampu meningkatkan produktifitas
sebanyak 10% lebih, karena itu ergonomi banyak digunakan
dalam sektor produksi seperti pertanian: industri, pertambangan,
perhubungan, dan jasa.
Penerapannya pada pekerjaan perlu penyesuaian
orang-orang yang bekerja di dalamnya dengan pekerjaannya,
misalnya (1) Pada pekerjaan yang dikerjakan secara manual
diperlukan perbaikan sikap-sikap kerja, yang meliputi sikap
badan, sikap tangan, cara kerja dan cara berdiri. (2) Pada
pekerjaan yang dikerjakan dengan mesin maka perencanaan
mesin dan peralatan kerja harusnya sudah disesuaikan dengan
kondisi karyawan.
Berikut ini dengan beberapa hal yang dapat
dipertimbangkan, berkaitan dengan lay out dan penataan
peralatan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
dan efisiensi kerja di dapur.
Penataan Peralatan
Berdasarkan ukuran tubuh manusia. Maka peralatan dapur
dirancang sesuai dengan tinggi tubuh manusia. Panjang lengan
berhubungan dengan jarak jangkauan untuk penempatan
peralatan yang dibutuhkan. Besar tubuh manusia digunakan
sebagai pertimbangan untuk tata letak penataan antara satu alat
dengan alat yang lainnya.
Tata letak peralatan harus disesuaikan dengan
keterbatasan manusia sebagai pekerjanya. Peralatan harus
didekatkan dengan orang yang sering menggunakannya dan
pertimbangkan bagaimana pekerja dengan mudah
menjangkaunya tanpa harus membungkuk atau
meregangkannya.
Setiap peralatan mempunyai karakteristik yang berbeda,
oven, lemari es, microwave, dan salamander memiliki pintu yang
sering dibuka, sehingga harus dipikirkan penempatannya.
Kompor, oven, atau alat-alat pemanas lainnya akan
mempengaruhi suhu ruangan di dapur. Begitu pula dengan alatalat
lainnya yang juga memiliki karakteristik masing-masing.
349
Dengan demikian karakristik tersebut menghendaki penataan
dan penempatan yang tepat supaya tidak menghambat, bahkan
dapat memperlancar pekerjaan di dapur.
Penempatan oven dengan meja kerja harus dapat
memberikan keleluasaan untuk membuka pintu oven karena
benda tersebut panas, maka jarak yang disarankan dari pintu
tersebut sebanyak 135 cm. Jarak antara satu meja dengan meja
lainnya dimana hitungan tersebut dapat dipergunakan untuk
bekerja, dengan kemungkinan karyawan dapat lewat
mengangkat barang disediakan lebar 135 cm, pada ruangan
yang biasa dilewati dengan kereta dorong maka dibuat jarak 150
cm. Tata letak dan alur kerja perlu dipikirkan untuk menghindari
pemborosan waktu.
Work Center
Work Center atau pusat kerja merupakan landasan dari
perencanaan sebuah layout. Hubungan antara work center
dengan layout seperti atom dengan senyawa, tidak bisa
dipisahkan satu dengan yang lainnya. Work center adalah
sebuah area dimana pekerjaan yang dilakukan oleh individu
yang saling berhubungan dikelompokan. seperti contohnya kita
akan mendapatkan bakeshop di dalam mixing center, panning
center, dan baking center. Jumlah dari fungsi yang akan
dilakukan dan jumlah material yang dipegang akan
mencerminkan jumlah dari pusat yang dibutuhkan.
Pada beberapa kasus dibutuhkan banyak work center
karena pekerjaan-pekerjaan sudah dikhususkan sedemikian
rupa. Pada dapur yang lebih kecil jumlah work center yang
diperlukan juga tidak terlalu banyak, dan work center ini
digunakan berulang-ulang untuk berbagai pekerjaan yang harus
diselesaikan.
Rata-rata ruang yang diperuntukan untuk sebuah work
center adalah 1,39m2 dengan lebar 76 cm dan panjang 182 cm.
Space ini bisa lebih kecil lagi untuk orang-orang yang memiliki
ukuran tubuh lebih kecil. Seorang yang bekerja di work center
harus dapat mengerjakan semua tugasnya dalam area tersebut
tanpa harus berpindah tempat.
MENYEDIAKAN LAYANAN MAKANAN DAN MINUMAN
Ruang Lingkup Layanan Makanan dan Minuman
Prosedur pelayanan di restoran merupakan kegiatan
operasional sebelum restoran dibuka sampai restoran ditutup.
Kegiatan ini meliputi semua usaha petugas restoran dalam
memberikan pelayanan kepada tamu, baik persiapan tamu datang
sampai tamu meninggalkan restoran. Untuk menunjang
keberhasilan dalam melaksanakan tugas seorang petugas restoran
harus mengetahui dan memahami prosedur kerja pada saat
pelayanan makanan dan minuman berlangsung. Pedoman kerja
atau standar yang dimaksud di atas dikenal dengan istilah
Standard Operating Procedure (SOP Restoran).
Keberhasilan selama restoran beroperasi tergantung
bagaimana petugas restoran dapat melaksanakan pekerjaan
dengan baik. Pekerjaan ini menyangkut bagaimana petugas
melayani tamu sehingga tamu merasa puas dan senang atas
pelayanan yang didapatkan.
Untuk mempertemukan kedua keinginan yang berbeda
antara pelanggan dengan pemilik restoran, maka diperlukan kunci
keberhasilan antara lain: ketepatan, kecekatan, kejelian, kepekaan
dari sumber tenaga yang profesional dengan sistem dan tahapan
pelayanan sehingga dapat memenuhi keinginan pelanggan.
Diterbitkan di: 28 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.