Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Marketing & Penjualan>Unsur-unsur Teater Sebagai Seni Pertunjukan

Unsur-unsur Teater Sebagai Seni Pertunjukan

oleh: lanangsuksess     Pengarang : muhammad
ª
 
Sebagai seni kolektif Teater juga disebut sebagai synthetic artyaitu seni campuran. Dinamai demikian karena dalam seni Teaterterdapat unsur -unsur seni tari, seni nyanyi, seni musik, seni sastra danseni lukis (dekorasi panggung). Unsur -unsur ini terangkum menjadisatu dan memberi sentuhan yang khas pada Teater sebagai sebuah senipertunjukan semua akan terlihat di panggung sewaktu dipentaskan danmerupakan satu kesatuan yang utuh. Unsur-unsur atau elemen-elemen Teater sebagai sebuah senipertunjukan adalah:1). Penulis naskahSeorang penulis naskah tidak bisa dilepaskan dari senipertunjukan Teater. Karena seni pertunjukan sendiri merupakanpengolahan dari seni sastra yang dilakonkan. Sebuah naskah teatersebelum dipentaskan adalah sebuah hasil seni sastra.Setiap penulisan naskah drama haruslah memiliki prinsipprinsip.Prinsip penulisan naskah drama meliputi tiga hal yakni:a) Naskah mengandung muatan baik dan buruk (bersifatmendidik)
b) Naskah memuat dialogc) Naskah bercerita tentang lakon dari seorang tokohnya, yaknimeliputi pemaparan atau pendahuluan, pengembangan/konflikatau klimaks, kemudian anti klimaks, penyelesaian danpenutup. 2). SutradaraSutradara ibarat koki, maka dia harus benar-benar bisameracik bumbu-bumbu dan bahan pementasan menjadi sebuahpementasan yang penuh arti dan berkualitas. Selain harusmenguasai ilmu dramaturgi, seorang Sutradara juga harusmempunyai kepekaan rasa, dan kecerdasan.Seorang Sutradara mempunyai peranan yang sangatpenting, hal tersebut tidak terlepas dari peranan Sutradara dalampementasan adalah sebagai koordinator, organisator, konseptorpenggerak serta guru bagi anggota teater. Hal ini sebagaimanayang di ungkapkan oleh RMA. Harymawan yang menyatakanbahwa: sutradara adalah karyawan yang mengkoordinasi segalaunsur teater dengan paham, kecakapan, serta da ya khayal yangintelegen sehingga mencapai suatu pertunjukan yang berhasil.
3). AktorAktor mengasihi, tetapi bukan untuk dirinya. Aktor berbagi,tetapi tidak memamerkannya.18 Sepenggal bait puisi tersebutmenggambarkan bahwa seorang aktor adalah kemampuan dankebutuhannya memberi definisi pada dirinya sendiri.Kemampuannya mentransformasikan diri ini adalah potensi,kekuatan dimasa datang. Sementara naskah mengajarkan tentangsiapa kita sebenarnya, maka aktor mengajarkan kita tentang siapakita nantiJuga berbeda dengan lainnya, aktor mempunyai posisitersendiri. Seorang aktor tidaklah bisa memisahkan alatekspresinya dari dirinya., karena alat ekspresi aktor adalah tubuhdan segala elemen yang ada dalam diri mereka. Dengan demikianseorang aktor adala h kemampuan dan kebutuhannya memberidefinisi pada dirinya sendiri. Kemampuan mentransformasikan diriini sebenarnya adalah potensi, kekuatan di masa datang. Sementaramengajarkan tentang siapa kita sebenarnya, maka aktormengajarkan kita tentang siapa kita nanti.194). Panggung dan Perlengkapan PentasUnsur terpenting dari sebuah pementasan teater lainnyaadalah panggung (stage). Panggung sangat perlu diketahui oleh Sutradara dan aktor. Bentuk dan kondisi panggung sangatmempengaruhi pementasan.Menurut tata letak panggung, teater dapat dibagi menjadidua, yakni teater prosenium dan teater arena. Teater proseniummeletakkan panggung di depan penonton sehingga mengharuskanadanya penutup belakang panggung serta posisi aktor harusmenghadap langsung dengan penonton.Adapun teater arena adalah penonton duduk berjajarmelingkar, mengitari tempat bermain yang ada di tengah-tengah.Lantaran penonton akan menyaksikan dari berbagai sudut, makatidak mungkin memaki setting dekorasi dan set wing sebab jelasakan menghalangi pandangan penonton. 5). PenontonPenonton dalam sebuah teater tentulah tidak sama denganpenonton seni pertunjukan yang sekedar mengharapkan unsurhiburan. Penonton dalam sebuah pementasan teater diharapkan bisaterlibat secara emosional dengan pementasan yang disaksikan.Penonton teater dituntut untuk menjadi dan merasakan pementasanyang akan menyedot aspek rasa.Dalam sebuah pementasan, penonton diharap sangat apresiatifserta menjamin kelancaran pementasan. Hal tersebut tidakmengherankan bahwa seringkali ditemui sebelum pementasan dimulai seorang prologer akan meminta penonton untuk menonaktifkan segalabentuk alat komunikasi, mengambil gambar dengan tanpa cahaya(blitz), dan segala hal yang dapat mengganggu jalannya pementasan
Diterbitkan di: 28 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.