Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Bisnis & Keuangan>Marketing & Penjualan>Bentuk-Bentuk dan Sifat-Sifat Personal Selling

Bentuk-Bentuk dan Sifat-Sifat Personal Selling

oleh: eagle2013    
ª
 

Pada dasarnya ada bentuk-bentuk dan sifat-sifat personal selling. Apa saja bentuk-bentuk personal selling tersebut? dan apa saja sifat-sifat personal selling? Menurut Swastha dan Irawan (2000 :.225) bentuk-bentuk personal selling ada enam macam yang antara lain adalah sebagai berikut: (1) Accros the counter selling. Metode penjualan ini dapat dilihat seperti yang banyak dilakukan oleh toko-toko pengecer tapi tidak termasuk toko yang self service. (2) House to house selling. Di sini petugas penjualan menawarkan barangnya dengan mendatangi para calon konsumennya dari rumah ke rumah, (3) Sales employed by wholesaller to call upon retailers. Adalah salesman yang dipekerjakan oleh wholesaller (pedagang besar) untuk berhubungan dengan para pengecer (retailers), (4) Salesman used by manufactures to call upon wholesallers and or retailers. Adalah salesman yang ditugaskan produsen untuk menghubungi para pedagang besar dan atau pedagang pengecer, (5) Call made upon important customers by executive to effect sales. Kunjungan terhadap langganan-langganan penting yang dilakukan oleh eksekutif untuk mengadakan penjualan, (6) Engineering trained salesman. Salesman yang berpendidikan teknis yang menawarkan dan menerangkan barang kepada calon pembeli. Sedangkan menurut Kotler (2005 : 259) sifat-sifat khas dari personal selling adalah: (1). Berhadapan langsung secara pribadi. Penjualan tatap muka yang melibatkan suatu hubungan yang hidup, langsung, interaktif antara dua orang atau lebih. Setiap pihak bisa melihat dari dekat kebutuhan dan ciri masing-masing, dan bisa segera melakukan penyesuaian. (2) Keakraban. Penjualan tatap muka yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan yang bermula dari sekedar hubungan penjualan ke suatu hubungan pribadi yang lebih mendalam. Seorang wiraniaga yang efektif biasanya mengingat-ingat kesenangan pembeli bila mereka mengehendaki hubungan itu berlangsung lama, (3) Tanggapan. Penjualan tatap muka membuat pembeli merasa wajib mendengarkan pembicaraan penjual. Pembeli mempunyai kebutuhan lebih besar untuk memperhatikan dan menanggapi, walaupun tanggapannya hanya sekedar ucapan terima kasih.

Diterbitkan di: 14 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.