Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Hot Marketing : Mitos Kualitas

oleh: MbahDarmo     Pengarang : Ippho Santosa
ª
 
Sudah menjadi perilaku dasar, bahwa konsumen cenderung membeli produk yang berkualitas dibanding dengan produk sejenis yang tidak berkualitas.
Namun, dalam dunia pemasaran, Anda perlu pahami bahwa kualitas adalah kualitas, penjualan adalah hal yang lain. Seringkali tidak ada hubungan diantara keduanya. Mengapa ? Karena ada dua jenis kualitas. Pertama adalah kualitas aktual atau actual quality. Kedua adalah kesan kualitas atau percieved quality. Percieved quality adalah persepsi konsumen terhadap totalitas mutu dan keunggulan merek.
Jika kualitas aktual adalah realitas, maka kesan kualitas adalah persepsi. Dan, untuk memenangkan kompetisi di pasar, kualitas aktual tidaklah cukup. Actual quality mutlak penting, namun Anda juga tidak boleh melupakan untuk "merekayasa" supaya konsumen memiliki perpepsi bahwa produk Anda berkualitas.

Pada akhir tahun 1990-an, sebuah lembaga survey di Amerika meneliti dan merangking 16 mobil kecil berdasarkan segi kualitasnya.Hasil survey menunjukkan bahwa. Volkwagen Jetta, Honda Acura Integra, dan Volkwagen Golf masing-masing menempati urutan pertama, kedua, dan ketiga. Namun kenyataannya, penjualan mobil kecil justru dinominasi oleh Ford Escort, yang notabene hanya menduduki peringkat 11 berdasarkan hasil survey kualitas, bukan ketiga mobil diatas. Sedangkan Volkwagen Jetta hanya menduduki peringkat 16 mobil terlaris di Amerika. Honda Acura Integra, peringkat 9, sedangkan Volkwagen Golf menempati urutan 12.
Dari kasus diatas, jelas bahwa konsumen Amerika memiliki persepsi bahwa Ford Escort lebih baik, lebih berkualitas dari pada Jetta, Integra maupun Golf sehingga mereka menjatuhkan pilihannya pada Ford Escort tersebut.
Bisa dikatakan bahwa Jetta,Integra, dan Golf menang dari segi actual quality, dan kalah dari segi percieved quality dibanding Ford Escort.

David Aaker dalam bukunya "Managing Brand Equity" mengatakan : " Kesan kualitas berpengaruh langsung terhadap keputusan, dan loyalitas merek, apalagi kalau pembeli tidak termotivasi atau tidak dapat menganalisa secara detail atas produk yang akan dibelinya "

Satu contoh lagi :
Di negeri Barat, riset membuktikan bahwa Burger King dan Pepsi lebih enak. Jadi, dari segi actual quality, jelas bahwa Burger King, dan Pepsi lebih baik dibanding kompetitornya : Mc. Donald, dan Coca - Cola. Kenyataanya, fast food dan soft drink yang paling banyak digandrungi adalah Mc. Donald, dan Coca-Cola. Keduanya menjadi market leader, karena lebih mahir dalam me-manage percieved quality dibanding para pesaingnya.
Robert Buzell dan Bradley Gale menegaskan, "Dalam jangka panjang, faktor tunggal yang paling menentukan kinerja bisnis adalah kesan kualitas merek itu sendiri."

Kesimpulan :
Setiap kali Anda berkeringat dalam mengembangkan actual quality, pastikan konsumen mengetahui jerih payah tersebut.Adalah sia sia belaka jika merek atau produk Anda berkualitas nomor satu, namun konsumen tidak menyadarinya...

Namun, sebelum Anda "woro-woro", atau berkoar koar tentang produk atau merek Anda, sebaiknya perkuat dulu "barisan internal Anda". Bagaimana melakukannya ? Silahkan klik link dibawah ini....

Salam sukses !! (Mbah Darmo)

Sumber : "Hot Marketing" oleh Ippho Santosa

Diterbitkan di: 17 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.