Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Jenis-JENIS ALAT PEMBUNGKUS

oleh: jidot     Pengarang : khairul maddy
ª
 
JENIS-JENIS ALAT PEMBUNGKUS
1. Pembungkus dalam Arti Kecil Ringan
Dalam hal ini dapat digolongkan pada pekerjaan pembungkusan ringan, misalnya menggunakan kertas lembaran biasa, pembungkusan dengan amplop dan sebagainya. Biasanya pembungkus ini dihias dengan motif yang menarik, sehingga memberikan keuntungan dalam penjualannya. Pada pembungkus kecil ini dapat kita temui misalnya, sampul atau amplop tablet kapsul, amplop bedak, kotak rokok, kotak sabun dan lain sebagainya.
2. Pengepakan atau Pembungkusan dalam Arti Sedang
Pembungkus jenis ini mampu menempatkan barang-barang yang tidak begitu berat atau dapat dikategorikan pembungkusan sedang. Bahan-bahan pembungkus ini dipilih bahan yang sifatnya tipis dan kuat, misalnya karton, bor jerami, karton tipis kerut, sejenis plastik atau kertas yang dipertebal. Pada pembungkus yang berbentuk kotak, selain sebagai pembungkus untuk benda aslinya, dapat merangkum atau membungkus dari kumpulan yang terdapat pada pembungkusan ringan. Biasanya digunakan untuk menempatkan barang pecah belah, keramik, botol, gelas, mainan anak-anak, bungkus radio, televisi, kulkas, video dan sebagainya. Apabila kotak tersebut digunakan untuk menempatkan barang berharga, maka sebaiknya diberikan pengaman pada sebelah dalam kotak maupun diluar kotak. Pengaman tersebut dapat berupa:
1) Sejenis gabus plastik atau kayu, karet busa dan spon. Selain sifatnya yang elastis, juga dapat merapatkan barang, sehingga terhindar dari goncangan dan dapat menahan atau menghindari getaran yang mungkin dapat menimbulkan kerusakan pada barang tersebut.
2) Bahan pengaman dari sabut, sisa-sisa potongan kain, sabut-sabut benang, potongan-potongan kertas, semua ini sifatnya lunak dan dapat menghindari getaran yang mungkin terjadi bila pembungkus itu terjatuh.
3) Bahan pengaman dari potongan karton tebal, bahan tersebut berbentuk mengeper dengan liku-liku zigzag, sehingga dapat memberi tahanan benda yang ada di dalamnya.
Untuk menghindari agar tutup tidak mudah terbuka, maka pada lipatan kotak sebelah luarnya diberi tambahan ikatan yang berupa band plastik, kertas ban pengelem atau yang lebih kuat lagi band dari pelat baja.
3. Pembungkusan Besar atau secara Petikemas
Pengepakan barang yang memuat atau bermuatan berat dan besar dapat dibungkus atau dipak secara petikemas/box kontainer. Pengepakan secara petikemas ini sebagai induk pembungkusan dan pengepakan, mulai dari sistem pembungkusan ringan sampai berat dapat dijadikan satu, yaitu dipetikemaskan.
Bahan-bahan pengepak utamanya petikemas ini berupa karton yang kuat dan tebal, kayu atau kayu yang dilapis seng, plastik atau aspal. Bahan pembantu ikatannya adalah pelat baja. Petikemas banyak digunakan untuk keperluan perdagangan, yaitu kegiatan import dan eksport. Tetapi petikemas yang sekarang banyak digunakan adalah terbuat dari baja yang mampu ditempati barang-barang yang lebih berat, misalnya mesin-mesin dan mobil.

Diterbitkan di: 15 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.