ASURANSI RAKSA PRATIKARA SIAP BERSAING DENGAN SERVICE PRIMA
Menetapkan tarif premi lebih rendah dibanding pesaing, hingga
saat ini masih menjadi salah satu kiat perusahaan asuransi untuk mendapatkan dan mempertahankan nasabah. Namun, ada juga perusahaan asuransi mengandalkan service prima untuk menggaet pelanggan baru dan mengikat pelanggan lama. Salah satu perusahaan asuransi yang menerapkan strategi memberikan layanan kelas satu itu adalah PT. Asuransi Raksa Pratikara.
Komitment perusahaan agar nasabahnya mendapat layanan prima
any time of event. Dengan mengupayakan layanan 24 jam per harinya, termasuk juga layanan
emergency gold service, dengan service yang baik. Hal ini diupayakan untuk meningkatkan
performance perusahaan serta meningkatkan produksi penerimaan premi dengan mempertahankan nasabah lama dan menarik nasabah baru. Disamping sebagai perusahaan asuransi yang mampu memberikan layanan prima, strategi yang dijalankan juga senantiasa menawarkan produk yang mengikuti trend pasar, melakukan diversifikasi produk, sehingga risikonya lebih menyebar.
Dalam memeberikan layanan prima, faktor SDM sangat penting bagi perusahaan. Proses
recruitment menjadi bagian penting untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan, yang dilanjutkan dengan training dan pendidikan internal agar nantinya memberikan layanan yang standar bagi nasabahnya. Selain mengutamakan profesionalisme dan
high attitude dari individu-individu, namun bagi perusahaan yang paling penting adalah
team work. Keberadaan SDM yang berkualitas ini didukung dengan
information technology (IT) sistem yang baik, senantiasa berusaha ditingkatkan terus kualitasnya sesuai kebutuhan. IT merupakan salah satu penunjang operasional perusahaan. Kesemuanya ini mempunyai nilai tambah untuk menunjang operasional nasabah serta lebih menunjang internal perusahaan yaitu menunjang marketing, tentu muaranya adalah meningkatkan pendapatan perusahaan.
Kesimpulannya, apa yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi Raksa Pratikara tersebut dalam upaya untuk bertahan di kancah persaingan, yaitu:
1. Strategi Menghadapi Persaingan dengan Memberikan Layanan Prima.
Untuk menggaet pelanggan baru dan mengikat pelanggan lama, Asuransi Raksa Pratikara menerapkan strategi memberikan layanan kelas satu itu bahkan mirip di spa. Dalam hal ini perusahaan membagi nasabah menjadi dua kelompok yaitu
Gold Club dan
Silver Club. Meski demikian perusahaan asuransi ini memberikan layanan yang relatif sama, perbedaannya hanya pada nilai pertanggungan. Untuk
Gold Club nilai pertanggungan minimal 70 ribu dolar AS, sementara
Silver Club nilai pertanggungan dibawah 70 ribu dolar AS. Ini berlaku bagi pemilik kendaraan (asuransi kendaraan bermotor) maupun
corporate.
Raksa
Gold Club hingga kini mendapat sambutan positif dari pasar, baik dari member maupun
business partners, seperti dealer mobil mewah BMW, Mercy, Jaguar, Porche, maupun dari Leasing. Nasabah
Gold Club mendapat layanan prima
any time of event, 24 jam per harinya. Untuk nasabah
Silver Club, perusahaan bekerjasama dengan dealer-dealer yang bukan mobil mewah misalnya dengan menyediakan derek konvensional untuk mobil biasa. Untuk keduanya termasuk juga layanan
emergency gold service. Jadi perusahaan penciptakan
kind of mind dalam berasuransi dengan bereksperimen, sehingga nasabah juga melihat perusahaan punya komitmen, yaitu service yang baik. Dengan demikian, nasabah pasti merasa tenang karena proses klaimnya beres. Layanan selengkap yang diberikan Raksa Pratikara dan mirip spa ini merupakan
differentiate berupa
pelayanan yang belum ada di perusahaan
joint venture, bahkan untuk wilayah Asia Pasifik.
Di
Gold Club ada tiga filosofi
peace of mind,
road safety dan
personal care, setiap member ada personal assistant. Jika
Silver Club filosofi yang dikenal “Mucab” yaitu mudah, cepat dan akrab. Perusahaan menerapkan kepada seluruh karyawannya agar filosofi ini benar-benar dihayati.
2. Diversifikasi Produk.
Strategi yang dijalankan perusahaan yang senantiasa menawarkan produk yang mengikuti trend pasar yaitu melakukan diversifikasi produk. Jika saat ini Raksa dikenal sebagai perusahaan asuransi yang fokus di kendaraan bermotor, pada tahun 1990-an dikenal sebagai
kind of plywood karena kiprahnya di
property. Baru sekitar tahun 1993 masuk pasar otomotif dan pada tahun 1997 – 1998 langsung menyodok ke urutan kelima untuk pasar ini.
Divisi
research and development selalu mencermati peluang pasar, kondisi makro ekonomi dan keamanan untuk menentukan produk apa yang diperlukan pasar. Selain Raksa Auto Care, Produk lainnya Raksa ShopOwners, Raksa Marine Cargo, Raksa BECare, Heavy Equipment Insurance, Raksa FireInsurance, Raksa HealthCare yang menyumbang premi 30 persen dari total perolehan premi.
3. Mengembangkan SDM yang Andal untuk Menunjang Strategi Pelayanan Prima.
Faktor SDM sangat penting bagi Asuransi Raksa yang berusaha memberikan layanan prima kepada nasabahnya. Tidak mengherankan jika
recruitment menjadi bagian penting untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan. Agar nantinya memberikan layanan yang standar bagi nasabahnya, Asuransi Raksa memilih menerima karyawan yang baru lulus untuk dididik sesuai dengan standar Raksa. Alasan menerima
fresh graduated karena tidak mudah membentuk karakter seseorang. Selain mengutamakan profesionalisme dan
high attitude dari individu-individu, yang paling penting adalah
team work. Sementara itu dalam meningkatkan kualitas SDM, secara berkala memberikan pendidikan dan pelatihan, termasuk juga dengan mengundang konsultan dari luar untuk sharing bagaimana melayani dan bersikap kepada nasabah VIP.
4. Dukungan Teknologi Informasi.
Keberadaan SDM yang berkualitas ini didukung dengan
information technology (IT) sistem yang baik, senantiasa berusaha ditingkatkan terus kualitasnya sesuai kebutuhan. Di Asuransi Raksa sistem IT itu sudah diberlakukan sejak 1997-1998, semuanya terpadu, semua cabang on line, untuk mempermudah laporan. Tentu saja IT yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, lebih efisien dan lebih cermat memilih
technology. Perusahaan harus mempunyai nilai tambah untuk menunjang operasional nasabah. Saat ini, fokusnya lebih menunjang internal perusahaan misalnya menunjang marketing. Untuk kedepan akan lebih ke eksternal, yakni nasabah, contohnya banyak permintaan nasabah yang ingin melihat progress pekerjaan kendaraannya di bengkel.