Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Hubungan Keagenan (Konflik Keagenan)

oleh: IqbalNasution    
ª
 

1. KONFLIK PEMEGANG SAHAM DENGAN MANAGER

Manager merupakanorang yang ditunjuk oleh pemegang saham untuk bekerja atas dasar kepentingan pemegang saham yang diberi insenstif, batasan dan hukuman. Permasalahan moral hazard timbul pada saat manager melakukan tindakan untuk dirinya sendiri, hal ini terjadi karena pemegang saham tidak dapat memonitor semua tindakan pada manager (agent). Bila moral hazard terjadi maka pemegang saham akan mengeluarkan agency cost yaitu biaya yang harus dikeluarkan pemegang saham untuk memaksa manager mau melakukan tindakan yang sesuai keinginan pemegang saham.

Tiga kategoriagency cost :

1. Biaya auditor untuk memantau tindakan manager

2. Biaya untuk mengganti manager dari luar

3. Oppurtunity Cost

Untuk mendorongpara manager untuk bertindak sesuai dengan keinginan pemegang saham, ada beberapa opsi yang dapat diterapkan oleh pemegang saham, yang terdiri dari :

1. Performance-based incentive plan

Memberikan kompensasi kepada manager dalam bentuk excecutive stock option atau performance shares jika target yang diberikan kepada para manager tercapai.

2. Direct Intervantion by shareholder’s

Adalah intervensi langsung pemegang saham kepada manager yang dilakukan dengan 2 cara yaitu :

a. Langsung mendikte kepada manager bagaimana menjalankan roda perusahaan

b. Investor yang memiliki saham mayoritas dapat memberikan proposal pengelolaan perusahaan, yang kemudian akan dibawa ke rapat pemegang saham dan jika disetujui akan dijadikan patokan dalam pengelolaan perusahaan oleh manager.

3. The threat of firing

Mengganti manager lama dengan manager yang baru yang mempunyai kapabiltas lebih baik melaui suatu mekanisme penunjukkan dari para pemegang saham. Mekanisme ini menggunakan hak suara para pemegang saham.

4. The threat of take over

Mengganti manager secara kasar (dipecat) karena tidak mampu menjaga harta pemegang saham. Hal ini biasanya terjadi pada saham harga saham perusahaan dalam kondisi under value dan pengelolaan perusahaan secara buruk.

2. KONFLIK ANTARA PEMEGANG SAHAM DAN KREDITUR

Beberapa faktor yang dilihat kreditur dalam memberikan fasilitas pinjaman adalah :

1. Resiko aset yang dimiliki perusahaan pada saat ini

2. Harapan akan penambahan aset perusahaan di masa yang akan datang

3. Struktur modal perusahaan

4. Ekspektasi struktur modal di masa yang akan datang.

Untuk membentengidari kerugian kreditur biasanya menerapkan perjanjian hutang yang ketat (restrictive covenant in future debt). Kerugian yang mungkin timbul akibat dari turunnya nilai perusahaan (bukan nilai saham) akan di bebankan kepada pemegang saham.

3. KONFLIK PEMEGANG SAHAM DENGAN MANAGER DAN KREDITUR

Ketika perusahaan menyatakan bangkrut dan melakukan likuidasi, masing-masing pihak akan mempunyai kepentingan masing-masing. Pemegang saham mempunyai kepentingan atas harta yang sudah mereka tanam, manager tetap menginginkan pekerjaan dan kreditur mempunyai kepentingan atas hutang yang mereka berikan.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; text-inden t:-21.85pt; line-height:115%; font-size :11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}
Diterbitkan di: 27 Nopember, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.