Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Program Kerja

oleh: aietama    
ª
 
Pengertian Program Kerja adalah rancangan dasar tentang satu pekerjaan, tersebut panduan pelaksanaan, tenggat waktu, pembagian tugas tanggung jawab, fasilitas prasarana dan semua perihal penting mencakup semua unsur untuk keberhasilan program.

Program kerja ini memiliki sifat menyeluruh, merangkum semua manfaat dari satu organisasi/perusahaan. Lalu, jurus sakti apa yang perlu kita terapkan ? Jurus ini kita sebut dengan 4p yaitu : planning, person, progression, dan properti. Nah, apa penjelasan masing-masing perihal itu ? Kita bahas satu untuk satu yuk.

Planning – rencana program kerja

Planning atau rencana adalah kunci awal yang amat penting. Disinilah titik permulaan satu program kerja diawali. Rencana mesti dibikin dengan baik dan masak. Pada step ini ada hal-hal yang perlu dikerjakan.

A. Pembuatan business blue print

Pada step ini, blue print mesti ditulis jelas dan terarah. Cetak biru bisnis ini diumpamakan layaknya piramida yang tersusun atas visi, misi, tujuan usaha dan rencana kerja.

B. Jauhi mencontek

Rutinitas mencontek program kerja dari satu organisasi th. Lantas, adalah perbuatan yang keliru. Aktivitas mencontek satu program kerja waktu lantas, dengan menambah atau mengurangi bagian-bagian ( misal didalam biaya ) dapat berakibat fatal.

Pada program kerja yang pendek waktunya, perihal ini mungkin dikerjakan. Namun idealnya, aktivitas ini mesti dihindari. Perihal ini sebab, program kerja yang faktual dan aktual pada saat kini, pastilah amat berlainan kondisinya dengan waktu lantas.

Perbedaan keadaan ini terkait dengan harga-harga yang beralih setiap th., kondisi dan keadaan kebijakan pemerintah yang beralih dan semua perihal yang beralih terkait dengan perubahan zaman pun mesti disikapi dengan lebih aktual dan orisinil.

Person – sumber daya manusia didalam program kerja

Person, atau sumber daya manusia adalah perihal terutama selanjutnya. Pada step perumusan program kerja, tentukan orang-orang yang memiliki kapasitas jadi tim perumus dan konseptor. Tim perumus semakin baik bila jumlahnya sedikit. Perihal ini buat menghindari pemborosan waktu didalam berdiskusi.

Setiap orang pasti memiliki inspirasi sendiri-sendiri. Tetapi, belum pasti inspirasi yang nampak ini dapat konstruktif membangun program kerja yang akan disusun. Penting pula bila melibatkan para pengambil kebijakan dan wakil dari customer. Perihal ini adalah pas, sebab bila kita memiliki sudut pandang dari customer atau user, lantas kita dapat merumuskan program kerja yang lebih pas sasaran.

Segmentasi yang pas ini, akan menolong kita buat lebih mengefisienkan banyak perihal. Efisien didalam pendanaan, jadwal kerja dan seterusnya. So, tentukan orang-orang yang pas. Begitupula didalam lokasi pelaksanaan. Tentukan personil yang pas, tangkas, tangguh buat merampungkan program kerja yang ada. Pas personil sama juga pas hasil.

Progression – proses pergerakan didalam program kerja

Progression dapat diartikan lebih simpel jadi proses perjalanan program. Perihal ini terkait dengan jadwal waktu, lokasi, biaya dan sistem pengawasan program kerja. Perjalanan program kerja mesti dapat diukur. Kamu dapat pikirkan, bila ada program kerja yang ditangani tanpa outline yang jelas, dan terkesan mengalir semaunya, lantas hasil akhir dan jadwal pekerjaan pun jadi absurd.

Target kerja jadi hilang, sampai otomatis hasil yang ada pun jadi sia-sia. Oleh sebab itu, progresi program kerja mesti dapat tersusun dengan baik. Masih banyak kasus di mana, semua jadwal, biaya, telah jelas didalam rencana. Tetapi, pada waktu aplikasi di lapangan, jadinya meleset dari perhitungan. Jadwal molor, sistem pengawasan sekalipun tak ada, hingga masih banyak kebocoran terjadi.

Nah, pada lebih dari satu kasus, yang telah tersusun rapi pun dapat terjadi layaknya ini. Terlebih bila sekalipun tak ada pencatatan progress yang jelas. Pastilah kegagalanlah yang jadi buah panennya. Oleh sebab itu, progression ini mesti pas, disiplin dan efektif. Bila perihal ini dapat berjalan dengan baik, lantas evaluasi program kerja setiap saat dapat terpantau dengan semakin baik. Bila ada perihal yang kurang, dapat selekasnya disikapi dengan kebijakan yang pas.

Masih banyak alat pendukung buat memantau progression ini. Ada lebih dari satu perangkat lunak yang dapat diaplikasikan oleh manajemen buat membuat proses jadi lebih terkontrol. Tetapi perihal yang terutama adalah, cepat belum pasti pas. Kecepatan mesti seimbang dengan ketepatan, hingga progress kerja dapat cocok target yang diinginkan.

Properti – peralatan dan perlengkapan didalam program kerja

Properti dapat kita maknai jadi peralatan dan perlengkapan yang mendukung program kerja supaya dapat berjalan dengan lebih maksimal. Contoh yang dapat diungkapkan, misal didalam sesuatu perusahaan konstruksi. Masih banyak peralatan kerja lapangan yang amat mendukung suksesnya proyek. Excavator, backhoe, traktor, sekop, dan ada banyak lagi peralatan, semua itu disediakan buat memperkuat hasil akhir dari satu proyek.

Peralatan dan perlengkapan ini idealnya juga mesti di inventarisasi dan didokumentasikan dengan baik. Ketersediaan peralatan yang minim, akan berakibat pada lambatnya progress kerja proyek. Adanya kerusakan pada peralatan juga menyebabkan persoalan tersendiri yang menghalangi jadwal proyek.

Pemakaian peralatan teknologi dapat amat menolong didalam program kerja ini, hingga kerusakan dilapangan atau permasalahan-permasalahan lapangan dapat selekasnya terselesaikan. Jadi contoh pemakaian cctv. Kamera pengamat yang diletakkan pada wilayah-wilayah spesifik didalam area kerja, nyatanya memiliki efek-efek yang efektif untuk manajemen.

Keadaan lapangan teranyar, dapat dipantau dengan online. Perihal ini meringankan untuk manajemen dan keamanan buat mengantisipasi situasi-situasi yang diluar kewajaran. Pemantauan kinerja harian, antisipasi dari tindak kejahatan dapat diminimalisir dengan peralatan ini. Dan ada banyak lagi fasilitas properti yang dapat dipersiapkan untuk kelancaran program kerja tersebut.

Oleh sebab itu, amat butuh kiranya ada unit spesial yang bertugas mengawasi, mereparasi, mempersiapkan semua perihal yang terkait dengan peralatan dan perlengkapan ini supaya program kerja dapat berjalan cocok yang direncanakan.
Diterbitkan di: 13 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.